Selamat Datang
Published On: , 3rd, 2013

Amerika Berencana Meningkatkan Investasi di Indonesia

Ilustrasi

Ilustrasi

SUARAGLOBAL – JAKARTA, Perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat (AS) berencana meningkatkan investasinya di Indonesia, meski saat ini pertumbuhan ekonomi nasional melamban dan situasi politik tak menentu menjelang pemilu 2014.

Sebuah studi terhadap 35 investor besar asal AS di Indonesia menunjukkan nilai gabungan investasi mereka akan mencapai sekitar $61 miliar dalam tiga sampai lima tahun mendatang. Korporasi AS sebelumnya membutuhkan waktu sembilan tahun untuk mengalirkan modal senilai $65 miliar.

Studi ini meliputi investor seperti Freeport McMoRan, General Motors, Cargill, Coca-Cola, dan Chevron. Ke-35 perusahaan itu membeberkan riwayat dan rencana investasinya kepada periset dengan syarat informasi ini akan dirilis sebagai data kelompok.

Riset ini merupakan inisiatif Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), Kamar Dagang AS, dan Kamar Dagang AS di Indonesia. Konsultan Ernst & Young Indonesia dan pusat riset yang terafiliasi dengan dua universitas terkemuka di Indonesia menjalankan studi ini. Survei sendiri digelar pada enam bulan pertama tahun ini, saat pertumbuhan Indonesia melamban.

Berdasarkan data ini, total investasi AS dalam sembilan tahun terakhir tercatat sembilan kali lebih tinggi dari data pemerintah. Angkanya menunjukkan AS bisa jadi merupakan investor terbesar di Indonesia.

Sebagian besar investasi AS di Indonesia berkutat di industri penambangan sumber daya alam. Freeport mengelola tambang tembaga terbuka yang termasuk paling besar sedunia di Papua, sementara Chevron merupakan investor terbesar dalam sektor energi di Indonesia, tulis laporan itu.

Editor: Imron Nurfalah

Komentar