Bersama Sejumlah Ulama dari Jawa Barat, Presiden Joko Widodo Tekankan Pentingnya Ulama dan Umara Sejalan Seiring

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjalan bersama sejumlah ulama dari Jawa Barat di Kompleks Istana Negara Jakarta, Senin (3/4). 

Jakarta, beritaglobal.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan sejumlah ulama dari Jawa Barat (Jabar), di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/4) siang.

Dalam pertemuan ini, Presiden Jokowi menerima masukan – masukan bagi kebaikan daerah dan negara.

“Masukan – masukan yang disampaikan para ulama ini betul – betul sebuah masukan yang memang itu masalah di rakyat, masalah di umat, karena beliau-beliau setiap hari mendengar keluhan – keluhan dari bawah. Kita menampung dan membuat kebijakan – kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan yang ada di bawah,” kata Presiden seusai pertemuan dengan para ulama Jabar itu.

Baca Juga:  Purna Tugas, 4 Personel Polres Semarang Dapat Penghargaan

Dalam pertemuan yang berlangsung sekira satu setengah jam tersebut, menurut Presiden, dirinya  bersama dengan para ulama, pimpinan pondok pesantren, dan tokoh masyarakat membicarakan seputar upaya untuk memajukan pondok pesantren dan ekonomi umat.

Baca Juga:  Kayu Bakar yang Buat Nenek Musinah Terharu

Kepala Negara juga berbicara soal Bank Wakaf Mikro sebagai kebijakan pemerintah untuk memajukan perekonomian umat, khususnya di lingkungan pondok pesantren.

“Tapi yang paling penting apabila ulama dan umara berjalan beriringan, insyaallah negara ini aman dan tenteram,” sambung Presiden.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat, K. H. Rahmat Syafe’i, yang turut memberikan keterangan dalam kesempatan yang sama menambahkan, pihaknya juga berbicara seputar fenomena berita-berita bohong (hoaks) yang belakangan ini marak ditemui.

Baca Juga:  "Kapolres Salatiga Pimpin Langsung Tanam 1.000 Pohon dan Penyebaran Bibit Ikan Lele dalam Memperingati Hari Bhayangkara ke-78"

Menurutnya, ulama memiliki kewajiban untuk mengingatkan masyarakat terkait bahaya dari penyebaran hoaks tersebut.

“Ulama mempunyai kewajiban mengingatkan bahwa berita – berita tersebut sangat menyesatkan dan harus diatasi untuk kemaslahatan,” tutur K. H. Rahmat Syafe’i. (ASB/SetkabRI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!