Laporan: Ninis Indrawati

TUBAN | SUARAGLOBAL.COM – Sebuah langkah nyata yang penuh inspirasi datang dari Aiptu Widodo Triadmodjo, anggota Polres Tuban Polda Jawa Timur. Melalui kepeduliannya terhadap kaum disabilitas, ia memanfaatkan tanah pribadi untuk membangun sanggar yang kini menjadi wadah pengembangan bakat bagi puluhan penyandang disabilitas.

Aiptu Widodo, yang sehari-hari bertugas sebagai PS. Kasi Dokkes, menyulap lahan seluas 1.500 meter persegi menjadi pusat kegiatan bagi komunitas difabel di Kabupaten Tuban.

Baca Juga:  Danjen Kopassus Resmi Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104 TA 2020 di Cilacap

Keputusan ini berawal dari kesadaran akan tingginya jumlah disabilitas di wilayahnya. Terpanggil untuk berkontribusi, ia memutuskan menyediakan ruang bagi mereka agar dapat berkarya dan berprestasi.

\”Melakukan kebaikan untuk orang lain adalah investasi kebaikan bagi diri sendiri,\” ujar Aiptu Widodo saat ditemui, Senin (13/1/2025).

Baca Juga:  Tandatangani Komitmen Bersama, Karutan Salatiga : Jaga Integritas, Tingkatkan Pelayanan Publik

Sanggar yang diberi nama \”Disalibatas Melampaui Batas\” menawarkan berbagai kegiatan, mulai dari latihan rebana dan khotmil Qur\’an, hingga aktivitas sosial dan olahraga.

Menariknya, beberapa anggota sanggar telah meraih prestasi di tingkat nasional dan provinsi di bawah bimbingan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI).

Baca Juga:  Offroad Bhayangkara 2025: Aksi Seru Jelajah Alam Nganjuk, Dorong Pariwisata dan Kolaborasi Lintas Lembaga

Merombak Bangunan Lama Demi Harapan Baru

Lahan sanggar ini dulunya merupakan bangunan lama milik keluarga Aiptu Widodo. Bersama relawan, ia merenovasi bangunan tersebut menjadi fasilitas yang nyaman untuk kegiatan komunitas disabilitas.

Selain dikelola langsung oleh para penyandang disabilitas, sanggar ini juga dibina oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tuban dan diawasi oleh Polres Tuban.

Baca Juga:  Jelang Lebaran, Dishub dan Polres Salatiga Gelar Ramcek Bus di Terminal Tingkir

\”Saya merasa bahagia bisa berbagi dan berharap sanggar ini membawa berkah serta manfaat bagi mereka,\” kata Aiptu Widodo.

Mengangkat Martabat dan Meningkatkan Kesejahteraan

Zaenal Arifin, pembina sanggar yang juga pengurus MUI bidang gerakan anti-narkoba, mengungkapkan bahwa tujuan utama pendirian sanggar adalah memberdayakan kaum difabel yang sering merasa rendah diri. Ia menegaskan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berprestasi.

Baca Juga:  Gebyar Prolanis di Rutan Salatiga: Edukasi Kesehatan Gratis demi WBP Sehat di Musim Penghujan

Selain fokus pada pengembangan bakat, sanggar ini turut memberikan dukungan pendidikan bagi keluarga difabel, demi menciptakan kehidupan yang lebih sejahtera.

Rustawar, Ketua Organisasi Disabilitas Tuban (Orbit), menyampaikan apresiasinya. \”Kami sangat berterima kasih kepada Aiptu Widodo dan semua pihak yang peduli. Kehadiran sanggar ini memberi kami harapan dan rasa percaya diri untuk terus berkarya,\” tuturnya penuh semangat.

Baca Juga:  Kebun Terlarang di Rumah: Pria Surabaya Diciduk karena Tanam Ganja

Langkah humanis Aiptu Widodo ini membuktikan bahwa kepedulian dapat mengubah kehidupan. Sanggar \”Disalibatas Melampaui Batas\” menjadi contoh nyata bagaimana semangat inklusi sosial mampu menciptakan ruang penuh makna bagi sesama. (*)