Laporan: Ninis Indrawati

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Kabupaten Sidoarjo berhasil masuk sebagai salah satu nominasi Kabupaten Terinovatif dalam ajang prestisius Innovative Government Award (IGA) 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia. Dengan mengusung dua inovasi andalan, yaitu aplikasi Kopi Pahit dan program Sido Resik, Sidoarjo menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Aplikasi Kopi Pahit (Kompilasi Inovasi Porong Cegah dan Atasi Stunting) menjadi salah satu terobosan digital yang dirancang untuk membantu menurunkan angka stunting di Sidoarjo.

Baca Juga:  Tragis! Seorang Perempuan Hilang di Sungai Brantas Ditemukan Tak Bernyawa, Pencarian Resmi Ditutup

Aplikasi ini menawarkan pendekatan komprehensif dalam mengatasi stunting dengan memanfaatkan data kesehatan, edukasi gizi, serta keterlibatan para pemangku kepentingan di sektor kesehatan dan sosial.

Program ini dirancang untuk memberikan intervensi cepat dan tepat guna, memastikan kesehatan anak-anak di daerah tersebut terpantau dengan baik.

Baca Juga:  Bejat! Seorang Pria Asal Pepelegi Sidoarjo Cabuli Anak Pacarnya Yang Berusia 7 Tahun

Di sisi lain, program Sido Resik (Sidoarjo Revitalisasi Fungsi Kali) menjadi inovasi non-digital yang mendapat perhatian karena mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan dan fungsi sungai.

Melalui program ini, warga diajak aktif dalam membersihkan serta merawat aliran sungai di wilayah mereka, menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mengurangi risiko banjir.

Baca Juga:  Blitar Hijau, Generasi Peduli! DLH Jatim Verifikasi Sekolah Adiwiyata untuk Pendidikan Lingkungan Berkelanjutan

Tim penilai IGA 2024 melakukan kunjungan lapangan pada Kamis (14/11) untuk menilai langsung pelaksanaan kedua inovasi tersebut. Kunjungan ini dipimpin oleh Drs. Awan Yanuarko, M.Si,

Analis Kebijakan Ahli Madya dari BSKDN Kemendagri, yang didampingi oleh Pjs. Bupati Sidoarjo Muhammad Isa Ansori, Sekda Fenny Apridawati, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sidoarjo.

Baca Juga:  Menggapai Tanah Suci: 485 Jamaah Haji Sampang Mulai Diberangkatkan 8 Mei 2025

Tim penilai memulai peninjauan dengan mendengarkan presentasi mendalam tentang aplikasi Kopi Pahit di pendopo Delta Wibawa. Mereka kemudian diajak mengunjungi Desa Sumorame di Kecamatan Candi, lokasi pelaksanaan program Sido Resik yang memanfaatkan Dermaga Sungai Cimorame.

 

Selanjutnya, tim melanjutkan kunjungan ke Desa Kedungcangkring di Kecamatan Jabon, di mana Kanal Mobel yang menjadi juara pertama Sido Resik 2023 disorot sebagai contoh keberhasilan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.

Baca Juga:  Menimipas Raih Penghargaan Nasional, Reformasi Layanan Imigrasi-Pemasyarakatan Diakui Publik

Pjs. Bupati Muhammad Isa Ansori menyampaikan rasa syukurnya atas kunjungan tim penilai ini. Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Sidoarjo mengajukan sebanyak 123 inovasi dalam IGA 2024, di mana dua di antaranya, Kopi Pahit dan Sido Resik, berhasil masuk tahap penilaian lebih lanjut. “Proses ini menjadi momentum penting bagi kami untuk terus memperkuat pelayanan publik melalui inovasi-inovasi yang berdampak nyata,” ungkapnya.

Sebelum kunjungan lapangan ini, Pjs. Bupati juga telah memaparkan dua inovasi tersebut secara daring di hadapan panelis IGA pada 29 Oktober lalu.

Baca Juga:  Tebar Qurban, Tebar Kepedulian: Polres Salatiga Sembelih 5 Sapi dan 11 Kambing di Idul Adha 1446H

Menurutnya, partisipasi Sidoarjo dalam IGA 2024 bukan hanya sebagai kompetisi, melainkan dorongan untuk mempertahankan standar tinggi dalam pelayanan publik yang inovatif.

Ketua Tim Penilai, Drs. Awan Yanuarko, M.Si, menuturkan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa apa yang telah dipresentasikan dalam paparan daring sejalan dengan realitas di lapangan.

Baca Juga:  Polres Sampang Siapkan Dua Kapal Polisi untuk Amankan Wisata Air Saat Libur Tahun Baru 2025

Ia juga menekankan pentingnya melihat dampak konkret dari kedua inovasi tersebut serta partisipasi aktif dari masyarakat dan instansi terkait.

Kami ingin melihat sejauh mana implementasi program-program ini dan bagaimana manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga:   4 Orang Pelaku Perbuatan Cabul Terhadap Anak Di Bawah Umur Diamankan Polres Metro Bekasi 

Dengan penilaian mendalam ini, Kabupaten Sidoarjo berupaya keras menunjukkan bahwa inovasi yang dilakukan bukan hanya terkonsep di atas kertas, melainkan benar-benar diimplementasikan demi kesejahteraan warga.

Kompetisi IGA 2024 ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi Sidoarjo untuk mengukuhkan posisinya sebagai kabupaten yang inovatif dan berprestasi di tingkat nasional. (*)