Melaui Video Conference, Prajurit Korem 073/Mkt Mengikuti Seminar Nasional Dalam Rangka HUT ke-78 TNI Tahun 2023

 

Laporan: W Widodo

SALATIGA | BERITA-GLOBAL.COM – Melaui Video Conference (Vicon), seminar nasional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 TNI Tahun 2023, yang diikuti oleh para Pasi dan Perwira Korem 073/Makutarama, di ruang Data Makorem. Rabu. (20/09/2023).

Kegiatan Video Conference terpusat digelar di Ballroom Flores Hotel Borobudur Jakarta dengan tema “Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia Tinjauan Strategi Pertahanan Nusantara”.

Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono saat pembukaan acara mengatakan, TNI sebentar lagi akan memperingati hari ulang tahun ke-78,  usia yang tidak muda, namun  bila merefleksikan diri, maka hingga saat ini perkembangan kekuatan TNI relatif berkembang lambat. 

Baca Juga:  Halal Bi Halal Kader Sehat Posyandu Balita

“Dampak dari segala keterbatasan untuk membangun dan mengembangkan kemampuan TNI. Namun demikian, TNI tidak berpangku tangan dan terus bergerak maju dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang dimiliki,”ungkap Laksamana TNI Yudo. 

TNI juga terus memperluas wawasan dalam rangka menyusun sebuah strategi pertahanan Militer. Itulah yang melatarbelakangi TNI menyelenggarakan seminar ini,  yaitu untuk menggali wawasan tantang pertahanan negara yang diselenggarakan dengan memanfaatkan konsiliasi Geografi dan memberdayakan seluruh kekuatan pertahanan negara. 

Baca Juga:  Perkuat Sinergitas, Kemenkumham Jateng Ikuti Lomba Menembak HUT Bhayangkara Ke-77

“Hasil dari seminar ini menjadi masukkan yang sangat bernilai bagi kita dalam menyusun dan mengembangkan sebuah strategi Militer yang kita sebut dengan strategi pertahanan Nusantara,”harap Yudo. 

Strategi pertahanan Nusantara adalah strategi Militer yang dibangun dengan memanfaatkan Geografis Indonesia sebagai negara kepulauan sehingga mampu menjadi pertahanan negara yang melindungi seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan kekuatan yang menyeimbangkan dan menguatkan kekuatan pertahanan dalam menghadapi ancaman yang ada.

Seimbang dalam arti proporsional, mampu hadir untuk menghadapi kekuatan musuh mengikuti poros datangnya ancaman yang ada,  sedangkan menguatkan dalam arti mampu memberikan perkuatan yang belum mampu diwujudkan secara mandiri dalam kondisi tertentu.

Baca Juga:  Polda Sumut Ungkap Kasus Kekerasan Terhadap Anak 5 Tahun yang Berujung Kematian

“Strategi pertahanan Nusantara ini memadukan strategi dari ketiga Matra, yaitu strategi pertahanan pulau besar strategi Angkatan Darat, strategi pertahanan laut Nusantara (TNI AL) dan strategi udara kepulauan Nusantara (TNI AU). Jadi satu kesatuan strategi militer yang koperhensif dalam menjaga kedaulatan, integritas dan keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia,”jelas Panglima TNI. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!