Laporan: Bagas

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tomi Elyus, menghadiri acara peresmian program ketahanan pangan yang berlangsung di Lapas Kelas I Surabaya pada Rabu (27/11/24).

Baca Juga:  Salatiga Genap 1275 Tahun: “Bergerak dan Berdaya” Jadi Semangat Baru Menuju Kota Mendunia

Acara ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan dukungan penuh dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Program ini melibatkan sinergi antar unit pemasyarakatan sebagai langkah strategis untuk mendukung kebutuhan pangan dalam negeri.

Peresmian program ini dipimpin langsung oleh Plt. Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Y. Ambeg Paramarta, bersama Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur, Heni Yuwono.

Baca Juga:  Polri Terus Gencarkan Aksi Kemanusiaan, Rumah Warga Terdampak Erupsi Semeru Dibersihkan

Dalam sambutannya, Ambeg menyampaikan apresiasinya atas peran Lapas Kelas I Surabaya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan warga binaan.

Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan nasional, tetapi juga memberdayakan warga binaan dengan keterampilan yang berguna untuk masa depan mereka. Ini adalah bukti nyata bahwa pemasyarakatan dapat berkontribusi langsung pada pembangunan nasional,” ujar Ambeg.

Baca Juga:  Perangi Narkoba di Bumi Etam: Komisi III DPR RI Kawal Ketat Penegakan Hukum di Polda Kaltim

Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tomi Elyus, menegaskan pentingnya kolaborasi antar unit pemasyarakatan dalam menjalankan program ini. Ia menyebutkan bahwa Rutan Surabaya siap mendukung inisiatif ini sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan pembinaan warga binaan.

Melalui program ini, warga binaan tidak hanya dibekali dengan keterampilan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk berkontribusi kepada masyarakat luas,” ungkap Tomi.

Baca Juga:  Pertemuan Presiden Prabowo dan Menteri Keamanan Tiongkok Perkuat Diplomasi Keamanan Bilateral

Kakanwil Kemenkumham Jawa Timur, Heni Yuwono, mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Lapas Kelas I Surabaya dan berharap program ini menjadi inspirasi bagi lapas dan rutan lainnya di Indonesia. “Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal kerja sama dan kontribusi nyata dari berbagai pihak, termasuk pemasyarakatan,” tegas Heni.

Dalam program ini, warga binaan dilibatkan secara aktif dalam pengelolaan lahan produktif yang menghasilkan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan internal serta mendukung masyarakat sekitar. Program ini diharapkan menjadi model pembinaan yang produktif dan memberikan manfaat langsung kepada bangsa.

Baca Juga:  Ramadhan Penuh Berkah! PDI Perjuangan Cilacap Salurkan Takjil & Sembako untuk 200 Yatim dan Janda Tak Mampu

Kolaborasi antar lembaga pemasyarakatan melalui program ini mencerminkan sinergi yang kuat dalam mewujudkan visi pemasyarakatan yang berkontribusi pada pembangunan nasional.

Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, program ketahanan pangan ini diharapkan terus berkembang menjadi bagian penting dari strategi ketahanan pangan Indonesia. (*)