Laporan: Bagas

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tomi Elyus, menghadiri acara peresmian program ketahanan pangan yang berlangsung di Lapas Kelas I Surabaya pada Rabu (27/11/24).

Baca Juga:  Munas APEKSI VII dan Indonesia City Expo 2025 Resmi Diluncurkan di Surabaya: Sinergi Inovasi untuk Negeri

Acara ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan dukungan penuh dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Program ini melibatkan sinergi antar unit pemasyarakatan sebagai langkah strategis untuk mendukung kebutuhan pangan dalam negeri.

Peresmian program ini dipimpin langsung oleh Plt. Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Y. Ambeg Paramarta, bersama Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur, Heni Yuwono.

Baca Juga:  Polres Bangkalan Tanggap Bencana, Evakuasi Warga di Tiga Desa Terdampak Banjir

Dalam sambutannya, Ambeg menyampaikan apresiasinya atas peran Lapas Kelas I Surabaya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan warga binaan.

Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan nasional, tetapi juga memberdayakan warga binaan dengan keterampilan yang berguna untuk masa depan mereka. Ini adalah bukti nyata bahwa pemasyarakatan dapat berkontribusi langsung pada pembangunan nasional,” ujar Ambeg.

Baca Juga:  PKS Beri Apresiasi Tindakan Tegas Pemkot Surabaya: Bisnis Harus Memanusiakan Pekerja

Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tomi Elyus, menegaskan pentingnya kolaborasi antar unit pemasyarakatan dalam menjalankan program ini. Ia menyebutkan bahwa Rutan Surabaya siap mendukung inisiatif ini sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan pembinaan warga binaan.

Melalui program ini, warga binaan tidak hanya dibekali dengan keterampilan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk berkontribusi kepada masyarakat luas,” ungkap Tomi.

Baca Juga:  Polsek Semampir Intensifkan Patroli Kamtibmas, Sambangi Warga Pam Swakarsa Jelang Tahun Baru 2026

Kakanwil Kemenkumham Jawa Timur, Heni Yuwono, mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Lapas Kelas I Surabaya dan berharap program ini menjadi inspirasi bagi lapas dan rutan lainnya di Indonesia. “Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal kerja sama dan kontribusi nyata dari berbagai pihak, termasuk pemasyarakatan,” tegas Heni.

Dalam program ini, warga binaan dilibatkan secara aktif dalam pengelolaan lahan produktif yang menghasilkan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan internal serta mendukung masyarakat sekitar. Program ini diharapkan menjadi model pembinaan yang produktif dan memberikan manfaat langsung kepada bangsa.

Baca Juga:  Mental Kuat, Integritas Harga Mati! Arahan Tegas dari Kakanwil Ditjenpas

Kolaborasi antar lembaga pemasyarakatan melalui program ini mencerminkan sinergi yang kuat dalam mewujudkan visi pemasyarakatan yang berkontribusi pada pembangunan nasional.

Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, program ketahanan pangan ini diharapkan terus berkembang menjadi bagian penting dari strategi ketahanan pangan Indonesia. (*)