Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali dibuktikan melalui aksi nyata di lapangan. Jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama Polsek Kenjeran menggelar panen raya komoditas terong hasil budidaya sistem tumpang sari di lahan ketahanan pangan yang berada di Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan panen raya tersebut melibatkan sinergi antara Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian Kota Surabaya, Kelompok Tani (Poktan) Nandur Makmur, serta jajaran kepolisian. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa upaya mewujudkan swasembada pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor pertanian, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat dan institusi negara.

Keunikan budidaya kali ini terletak pada penerapan teknik tumpang sari, yakni menanam tanaman terong di sela-sela tanaman jagung. Metode tersebut dinilai mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang terbatas, khususnya di wilayah perkotaan, sehingga produktivitas lahan dapat meningkat tanpa harus membuka lahan baru.

Baca Juga:  Residivis Narkoba di Surakarta Kembali Diciduk: Beli Ganja via Transfer, Ini Jelasnya 

Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, mengatakan bahwa kegiatan panen raya ini merupakan implementasi nyata dukungan Polri terhadap Program Ketahanan Pangan Polda Jawa Timur sekaligus menyukseskan Program Astacita Presiden dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Kami tidak hanya memetakan potensi keamanan wilayah, tetapi juga ikut turun ke ladang. Panen terong tumpang sari ini menjadi bukti bahwa optimalisasi lahan sekecil apa pun bisa berdampak besar bagi ketahanan pangan lokal,” ujar Iptu Suroto.

Menurutnya, keterlibatan Polri dalam sektor ketahanan pangan merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, Polri juga terus mendorong terciptanya kemandirian pangan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga:  Jaga Marwah Pemasyarakatan, Kanwil Ditjenpas Jateng Teguhkan Komitmen Integritas dan Profesionalitas Petugas

Keberhasilan panen terong tersebut juga tidak lepas dari pendampingan intensif yang dilakukan oleh Petugas Penyuluh Lapangan Pertanian Kota Surabaya. Para anggota Poktan Nandur Makmur mendapatkan pembinaan secara menyeluruh, mulai dari proses pemilihan benih unggul, teknik penanaman, perawatan tanaman, hingga pengendalian hama dan penyakit.

Pendampingan tersebut menghasilkan tanaman terong yang tumbuh subur dengan kualitas panen yang baik, meskipun dibudidayakan di kawasan perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.

Melalui keberhasilan ini, Polres Pelabuhan Tanjung Perak berharap konsep pertanian perkotaan atau urban farming semakin berkembang di tengah masyarakat. Pemanfaatan lahan kosong maupun pekarangan rumah dinilai mampu menjadi solusi dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Baca Juga:  Polres Pasuruan Perkuat Peran Polisi RW, Layanan Kepolisian Menyentuh Desa-Desa

Iptu Suroto menegaskan, sinergi antara kepolisian, penyuluh pertanian, dan kelompok tani akan terus diperkuat sebagai langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan.

“Kami akan terus hadir mendampingi kelompok tani. Sinergi ini adalah modal utama kita menuju target swasembada pangan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Panen raya terong tumpang sari ini menjadi gambaran bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan memanfaatkan lahan secara optimal dan didukung pendampingan yang berkesinambungan, upaya memperkuat ketahanan pangan lokal diharapkan semakin kokoh sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat perkotaan untuk ikut berperan dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. (*)