Fieldtrip School Of Life Lebah Putih, Pola Belajar Interaktif
![]() |
Siswa/siswi school of life Lebah Putih berkunjung ke industri wingko babat Bapak Jamin dan Ibu Sumiyati |
Ungaran, beritaglobal.net – Metode pendidikan interaktif menjadikan siswa, guru dan orang tua terlibat dalam tumbuh kembang anak. Salah satu sekolah swasta di Kota Salatiga, School of Life Lebah Putih mengembangkan metode fieldtrip atau kunjungan lapangan.
Program fieldtrip kali ini, para siswa Alto Cumulus School of Life lebah putih, mengunjungi industri pembuat wingko babat milik Bapak Jamin dan Ibu Sumiyati di Dusun Kalangan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pabelan, Selasa (27/2).
Pada setiap kegiatan fieldtrip, selalu berkunjung juga ke rumah salah seorang siswa, yang pada kunjungan fieldtrip kali ini ke rumah Adhikari Rafay Aqil Subekti di Dusun Kalangan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang.
Dalam setiap kunjungan, aktifitas belajar di sekolah tetap di lakukan, hanya berpindah tempat saja. Setelah melakukan pembelajaran awal dengan membuat parasut dari plastik, siswa/siswi Alto Cumulus melanjutkan pembelajaran ke industri pembuatan Wingko Babat.
Berinteraksi langsung saat belajar membuat wingko babat, para siswa/siswi dapat mengerti cara – cara memasak wingko babat.
Aktifitas berlanjut pada pengenalan alam di Sendang Tlogo Dusun Kalangan, Desa Sukoharjo. Pengasuh kelas Alto Cumulus Kak Laras dan Kak Prapti (Kak-sebutan guru di School of Life Lebah Putih), menjelaskan bahwa fieldtrip dilakukan setiap dua bulan sekali setelah masa satu paket program pembelajaran selesai.
![]() |
Saat anak – anak bermain air di sendang Tlogo |
“Fieldtrip seperti ini diberikan kepada seluruh siswa/siswi di School of Life Lebah Putih, saat satu program pembelajaran selesai kemudian kegiatan Fieldtrip dilaksanakan,” ungkap Kak Laras. (Yusi)
Tinggalkan Balasan