81 Perlintasan KA di Lamongan Dipetakan, Polisi Siapkan Strategi Jelang Lonjakan Mudik
Laporan: Ninis Indrawati
LAMONGAN | SUARAGLOBAL.COM – Menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026, jajaran Polres Lamongan memberikan perhatian serius terhadap keselamatan di perlintasan kereta api sebidang, khususnya yang belum dilengkapi palang pintu.
Langkah antisipatif ini menjadi bagian penting dari persiapan pengamanan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 yang akan digelar untuk memastikan perjalanan masyarakat selama Idul Fitri berlangsung aman dan lancar.
Perhatian tersebut disampaikan oleh Kasat Lantas Polres Lamongan, I Made Jata Wiranegara, saat memimpin rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral di Rupatama Tathya Dharaka, Selasa (3/3).
“Kami ingin ada peningkatan kesiapsiagaan, terutama menjelang lonjakan mobilitas masyarakat saat Lebaran,” ujar AKP Made Jata.
Rapat koordinasi tersebut menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam mengantisipasi potensi kecelakaan di jalur perlintasan kereta api.
Menurut AKP Made Jata, koordinasi lintas sektor sangat diperlukan karena pengamanan arus mudik bukan hanya tanggung jawab kepolisian semata, melainkan melibatkan berbagai pihak.
“Operasi Ketupat Semeru merupakan operasi kemanusiaan. Karena itu, kolaborasi antarinstansi sangat penting agar keselamatan masyarakat benar-benar terjamin,” tegasnya.
Ia berharap rakor tersebut dapat melahirkan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan keamanan di titik-titik rawan perlintasan.
Dalam forum tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lamongan, Dianto Heri Wibowo, mengungkapkan bahwa terdapat 50 perlintasan kereta api sebidang yang menjadi perhatian serius menjelang musim mudik Lebaran 2026.
Menurutnya, puluhan titik tersebut memiliki kondisi pengamanan yang berbeda-beda.
Rinciannya meliputi:
19 perlintasan memiliki pos jaga dan palang pintu
13 perlintasan hanya memiliki palang pintu
9 perlintasan menggunakan palang swadaya masyarakat
6 perlintasan tanpa palang pintu
3 perlintasan dikelola langsung oleh PT Kereta Api Indonesia
“Secara keseluruhan Lamongan memiliki 81 perlintasan sebidang. Dari jumlah itu, 33 perlintasan berpalang pintu dijaga Dishub, 29 tanpa palang dijaga relawan, dan 19 perlintasan sudah ditutup,” jelas Dianto.
Sementara itu, perwakilan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 8 Surabaya dalam rapat tersebut juga menyampaikan rencana penambahan perjalanan kereta api selama masa angkutan Lebaran.
Diperkirakan akan ada 11 perjalanan kereta tambahan yang melintas di jalur Lamongan.
Yang menjadi perhatian, sebagian perjalanan tambahan tersebut dijadwalkan melintas pada jam-jam rawan, yakni antara pukul 22.00 hingga 05.00 WIB.
Kondisi ini dinilai membutuhkan kewaspadaan ekstra, terutama di perlintasan yang belum memiliki penjagaan maksimal.
Rakor tersebut juga dihadiri berbagai pihak, mulai dari Dinas Perhubungan Kabupaten Lamongan, perwakilan Kapolsek jajaran, perwira Satlantas, perwakilan PT Kereta Api Indonesia Daop 8 Surabaya, para camat serta kepala desa di sepanjang jalur rel, hingga unsur Satpol PP Lamongan.
Kehadiran seluruh stakeholder ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun sistem pengamanan yang lebih kuat dan terintegrasi.
Melalui kolaborasi tersebut diharapkan kesiapan pengamanan perlintasan kereta api di Kabupaten Lamongan dapat semakin optimal.
Dengan langkah antisipatif ini, masyarakat diharapkan dapat merayakan Idul Fitri 2026 dengan rasa aman, nyaman, dan selamat selama perjalanan mudik maupun arus balik. (*)



Tinggalkan Balasan