Ilustrasi papan nama BPR, bukan kondisi senyatanya PD BPR Bank Salatiga. (Foto: net)

Salatiga, beritaglobal.net – Ketua DPRD Kota Salatiga, M. Teddy Sulistyo menilai, proses pengadilan terkait masalah Bank Salatiga sebagai pengadilan kethoprak. Sebab, selam ini ia melihat adanya indikasi saling menutupi kesalahan tanpa ada upaya pembenahan.

Baca Juga:  Seleksi Calon Notaris 2024 di Jawa Tengah: Ujian CAT Tegaskan Transparansi dan Integritas

Menurutnya, masalah yang membelit Bank Salatiga bukan di direkturnya melainkan di pemilik. “Direkturnya gonta ganti, tapi pemilik Bank Salatiga tidak merubah kebiasaannya.

Terus Habib dituntut, lantas dana yang hilang? Kemana? Seharusnya eksekutif sebagai pemilik bank Salatiga harus gentle. Berani bertanggung jawab dan meminta maaf pada masyarakat,” tandas Teddy.

Baca Juga:  Pangdam IV/Diponegoro Pimpin Sidang Pantukhir Subpanpus Caba PK TNI AD Reguler Pria, Khusus Kopassus dan Kostrad TA 2023

Dengan sedang berjalannya proses hukum di PN Salatiga, ia tetap menghormati proses yang telah masuk ke wilayah hukum, namun diakuinya rakyat yang menjadi korban karena tidak ada perubahan yang mendasar di tubuh Bank Salatiga.

“Saya ditekan atas nama penyelamatan Bank Salatiga, dengan MoU yang telah dibagikan kemana – mana. Seperti maaf, ejakulasi dini, karena tidak ada upaya untuk berbenah,” katanya.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Luncurkan Rumah Padat Karya untuk Driver Online

Dalam sepengetahuannya, pemilihan direktur Bank Salatiga tidak melalui tahapan fit and proper test untuk melihat kompetensi calon direktur. Sehingga, saat kepentingannya sudah terpenuhi, kepentingan rakyat terabaikan. (Agus S/Red)