Laporan: Iswahyudi Artya

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya semakin serius dalam menyiapkan generasi muda agar mampu bersaing di kancah internasional. Salah satu langkah strategis yang kini digencarkan adalah penambahan durasi penggunaan Bahasa Inggris di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Pahlawan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan penguatan dari program yang telah berjalan. Sebelumnya, penggunaan Bahasa Inggris hanya diwajibkan setiap hari Jumat, tetapi kini akan diperluas menjadi dua kali dalam seminggu.

Baca Juga:  Tragedi di Mojosongo: Polres Boyolali Selidiki Tawuran Berdarah di Depan Toko Cat Mojosongo

“Kami ingin anak-anak terbiasa menggunakan Bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari di sekolah. Dengan begitu, mereka akan lebih percaya diri dan siap bersaing di tingkat internasional,” ujar Eri Cahyadi pada Jumat (14/02/25).

Pendekatan Bilingual di Semua Mata Pelajaran

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab guru Bahasa Inggris. Sebaliknya, semua guru, termasuk pengajar mata pelajaran lain, diharapkan ikut berpartisipasi dalam pembelajaran bilingual.

Baca Juga:  Haul Akbar di Bondowoso Berlangsung Khidmat, Ribuan Jamaah Padati Pesantren, UAS Sampaikan Tausiyah

“Dengan pembelajaran bilingual, siswa tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga memperkaya wawasan dan meningkatkan kecerdasan linguistik mereka,” jelas Yusuf.

Ia menambahkan bahwa program ini akan didukung dengan berbagai metode interaktif, seperti diskusi kelompok dalam Bahasa Inggris, presentasi siswa, serta penyediaan lingkungan sekolah yang mendukung komunikasi dalam bahasa asing tersebut.

Baca Juga:  Polres Pelabuhan Tanjung Perak Tingkatkan Patroli Malam Demi Kondusivitas Jelang Pilkada 2024

Respons Positif dan Tantangan Implementasi

Sejumlah sekolah menyambut baik kebijakan ini, terutama sekolah yang telah menerapkan metode pembelajaran bilingual sejak dini. Namun, ada juga tantangan dalam implementasi, terutama kesiapan tenaga pengajar dalam menggunakan Bahasa Inggris di luar mata pelajaran utama mereka.

Menanggapi hal ini, Pemkot Surabaya berencana mengadakan pelatihan intensif bagi para guru agar dapat mengintegrasikan Bahasa Inggris dalam metode pengajaran mereka. Selain itu, sekolah-sekolah akan diberikan pendampingan khusus untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif.

Baca Juga:  Jatim Digifest 2024: Momen Kolaborasi Digital untuk UMKM dan Inovator Teknologi di Jawa Timur

Dengan kebijakan ini, Surabaya berharap dapat mencetak lulusan yang lebih siap menghadapi tantangan global dan memiliki daya saing yang tinggi, baik dalam pendidikan maupun di dunia kerja. (*)