Laporan: Ninis Indrawati

BLITAR | SUARAGLOBAL.COM – Dalam upaya mempererat komunikasi dan menciptakan situasi keamanan yang kondusif, Polres Blitar Kota, Polda Jawa Timur, menggelar program Diagram (Dialog Bersama Mahasiswa) pada Sabtu (22/02/25). Kegiatan ini menjadi ajang sinergi, koordinasi, serta kolaborasi antara kepolisian dan mahasiswa di wilayah Blitar.

Acara yang berlangsung di Rest Area Joglo Hand Asta Sih, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, ini dihadiri langsung oleh Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uly, didampingi Wakapolres Kompol I Gede Suartika serta sejumlah pejabat utama Polres Blitar Kota.

Baca Juga:  Pemeriksaan Rutin Pemandu Karaoke Sarirejo: Langkah Nyata Cegah HIV/AIDS

Sejumlah organisasi mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai kampus turut berpartisipasi, antara lain:

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)

Stikes Patria Husada

Baca Juga:  Ramadan di Balik Jeruji: WBP Khusyuk Tarawih dan Tadarus, Lantunan Ayat Suci Menggema di Rutan Salatiga

Akademi Komunitas Negeri (AKN)

Universitas Islam Balitar (Unisba)

Universitas Islam Pangeran Diponegoro (UNIPA)

Presiden BEM STIKEN

KKM III Universitas Muhammadiyah (UM)

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPNU-IPPNU)

Universitas Nahdlatul Ulama (UNU)

Mahasiswa sebagai Mitra Keamanan

Baca Juga:  Polres Semarang Selidiki Rentetan Pencurian di Sejumlah Gereja Wilayah Getasan

Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uly, menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga stabilitas keamanan. Menurutnya, masukan dari mahasiswa sangat dibutuhkan untuk menciptakan situasi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) yang kondusif.

“Kami ingin mendengar langsung aspirasi dari rekan-rekan mahasiswa. Keamanan wilayah tidak bisa terwujud tanpa dukungan aktif dari semua elemen masyarakat, termasuk mahasiswa,” ujar AKBP Titus.

Baca Juga:  Polres Tulungagung Raih Predikat Zona Hijau dalam Penilaian Pelayanan Publik Ombudsman RI

Ia juga menambahkan bahwa kepolisian selalu berupaya mengedepankan standar operasional prosedur (SOP) dalam menangani aksi unjuk rasa. Hal ini bertujuan agar hak mahasiswa dalam menyampaikan pendapat tetap terlindungi tanpa mengabaikan aspek ketertiban umum.

“Kami berkomitmen untuk melayani aksi penyampaian aspirasi mahasiswa dengan baik dan sesuai aturan. Ke depan, kegiatan semacam ini akan kami agendakan kembali dengan suasana yang lebih santai agar komunikasi semakin cair,” tambahnya.

Baca Juga:  Forum Silaturahmi Akbar Arek-Arek Suroboyo (FORKAS) mendukung pelaksanaan Pilkada Aman dan Damai

Apresiasi dari Mahasiswa

Para perwakilan organisasi mahasiswa mengapresiasi inisiatif Polres Blitar Kota dalam mengadakan dialog ini. Mereka menilai kegiatan tersebut menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara mahasiswa dan aparat kepolisian.

“Pertemuan semacam ini sangat dibutuhkan, terutama dengan adanya pergantian kepengurusan di organisasi kami. Kami berharap silaturahmi seperti ini bisa terus dilakukan agar komunikasi tetap terjalin dengan baik, baik dalam membahas isu lokal maupun nasional,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa.

Baca Juga:  Dari Balik Lapas Menebar Kebaikan, Maulid Al Barzanji Jadi Momentum Perubahan Diri Warga Binaan

Melalui Diagram, Polres Blitar Kota berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penyampai aspirasi, tetapi juga mitra aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa akan terus digelar guna memperkuat sinergi antara mahasiswa dan kepolisian. (*)