Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Krembangan, H. M. Mansyur, mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas kota dan tidak mudah terprovokasi ajakan yang mengarah pada aksi anarkis. Seruan tersebut disampaikan menyikapi dinamika sosial yang tengah berkembang di Surabaya dan sekitarnya, Selasa (2/9).

Menurut H. Mansyur, aksi demonstrasi yang berujung pada tindakan anarkis tidak akan memberikan manfaat bagi siapapun. Justru sebaliknya, hal tersebut hanya menimbulkan kerugian besar baik bagi masyarakat, pelaku usaha, maupun pemerintah.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun, 600 Ribu Lapangan Kerja Tercipta

“Yang rugi bukan hanya negara, tapi juga rakyat. Karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat luas,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga rasa aman dan nyaman bersama di Kota Pahlawan. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang dinilai telah bekerja keras menjaga ketertiban di tengah situasi yang dinamis.

Baca Juga:  Optimalisasi Lahan Pekarangan, Warga Jatirejo Didampingi Bhabinkamtibmas Wujudkan Kemandirian Pangan

“Kami berterima kasih kepada aparat yang siang malam menjaga keamanan, sehingga warga bisa beraktivitas dengan tenang,” ujarnya.

Lebih lanjut, H. Mansyur mengajak warga Krembangan khususnya, dan masyarakat Surabaya secara umum, untuk senantiasa mengedepankan nilai kebersamaan serta mengutamakan musyawarah ketika ingin menyampaikan aspirasi.

Baca Juga:  Pekan Sehat Tingkir Meriah, Wali Kota Robby Luncurkan SI PANDU sebagai Terobosan Digital Pembangunan

“Mari kita rawat Surabaya agar tetap aman, damai, dan nyaman. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan serta perlindungan kepada kita semua,” tutupnya.

Dengan seruan ini, MUI Krembangan berharap masyarakat semakin bijak dalam menyikapi isu-isu sosial serta menolak segala bentuk provokasi yang dapat mengganggu stabilitas dan ketenteraman kota. (*)