Polda Jatim Gandeng Ahli ITS, Evakuasi Korban Mushala Al Khoziny Dilakukan Ekstra Hati-Hati

Laporan: Ninis Indrawati

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Proses evakuasi korban robohnya bangunan mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, masih terus berlangsung dengan penuh kewaspadaan. Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) tidak hanya menurunkan berbagai satuan kerja, tetapi juga menggandeng pakar konstruksi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk memastikan penyelamatan berjalan aman dan terukur.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, saat meninjau langsung lokasi pada Selasa (30/9/2025), menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan para santri yang masih diduga tertimbun reruntuhan.

Baca Juga:  Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Dharma Salatiga, Jadi Rangkaian Acara Peringatan HUT Kota Salatiga ke 1269

“Kita utamakan keselamatan korban terlebih dahulu. Itu fokus kami, karena masih ada beberapa santri yang belum berhasil dievakuasi,” tegas Irjen Nanang.

Untuk mendukung proses penyelamatan, Polda Jatim menurunkan sejumlah personel dari Satuan Brimob, Samapta, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes), hingga tim Inafis. Meski demikian, seluruh langkah dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi bangunan yang masih rawan ambruk.

Irjen Nanang menjelaskan bahwa peran ahli konstruksi ITS sangat vital dalam upaya evakuasi ini. Dengan analisis teknis yang dilakukan, diharapkan setiap langkah penyelamatan bisa dipastikan aman baik bagi korban maupun petugas di lapangan.

Baca Juga:  Yoga Manurung Minta Aparat Terkait Usut Tuntas Kasur Pengeroyokan

“Kita tidak ingin gegabah. Setiap langkah harus dihitung matang agar tidak membahayakan,” tambahnya.

Sejak Senin malam, dua unit ekskavator telah disiagakan di lokasi. Namun, hingga kini alat berat tersebut belum dioperasikan karena dikhawatirkan getarannya memicu goncangan susulan pada sisa bangunan yang sudah rapuh.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menambahkan bahwa tim gabungan lebih mengutamakan penggunaan peralatan manual dan khusus yang lebih sesuai dengan situasi di lapangan.

Baca Juga:  Kloter 26 CJH Sampang Jelajahi Jejak Sejarah Madinah

“Polda Jatim bersama SAR gabungan memaksimalkan cara-cara yang lebih aman agar evakuasi dapat berhasil tanpa menimbulkan risiko baru,” jelas Jules.

Saat ini, proses evakuasi masih terus berlangsung dengan penuh kewaspadaan, sambil menunggu hasil analisis teknis dari tim ahli ITS terkait kekuatan sisa struktur bangunan. Harapannya, langkah penyelamatan dapat segera membuahkan hasil tanpa adanya korban tambahan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!