Laporan: Ninis Indrawati

NGANJUK | SUARAGLOBAL.COM – Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) kembali menjadi fokus perhatian jajaran Polres Nganjuk. Pada Selasa (30/9/2025), seorang warga Desa Singkalanyar, Kecamatan Prambon, berinisial M S (74) dijemput dan didampingi menuju RSUD Nganjuk untuk mendapatkan perawatan medis yang layak.

Upaya ini dilakukan melalui kerja sama lintas sektor, melibatkan Polsek Prambon, perangkat desa, Babinsa, Dinas Sosial, Satpol PP, serta tenaga kesehatan. Sinergi tersebut tidak hanya memastikan pasien memperoleh layanan medis sesuai kebutuhan, tetapi juga menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Baca Juga:  Polres Malang Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral untuk Mantapkan Keamanan Pilkada Serentak 2024

Kapolres Nganjuk, AKBP Henri Noveri Santoso, menegaskan bahwa penanganan ODGJ tidak bisa hanya dipandang sebagai urusan kesehatan semata, melainkan juga berkaitan erat dengan aspek sosial dan keamanan.

“Jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ODGJ yang tidak stabil bisa menimbulkan keresahan bahkan memicu gesekan sosial. Maka dari itu, kami mendukung penuh langkah kolaboratif ini,” tegas Kapolres.

Baca Juga:  Pertemuan Presiden Prabowo dan Menteri Keamanan Tiongkok Perkuat Diplomasi Keamanan Bilateral

Di lapangan, proses evakuasi dilakukan secara humanis oleh Bhabinkamtibmas Brigpol Ilham Eko Cahyono, bersama Babinsa dan perangkat desa. Berkat sinergi yang solid, pendampingan terhadap pasien berlangsung aman, lancar, dan kondusif hingga tiba di rumah sakit.

Kapolsek Prambon, AKP Santoso, S.H., menambahkan bahwa aksi cepat dan kolaborasi lintas sektor merupakan bentuk nyata kepedulian bersama terhadap kesehatan masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang tenteram.

Baca Juga:  Rutan Surabaya Sukses Laksanakan Pilkada 2024 dengan Partisipasi 72,8%

“Kami mengapresiasi semua pihak yang bergerak cepat. Penanganan seperti ini bukan hanya meringankan beban keluarga pasien, tetapi juga membuat warga sekitar lebih tenang,” ujarnya.

Langkah terpadu di Kecamatan Prambon ini diharapkan menjadi contoh positif bagi wilayah lain dalam menangani permasalahan sosial. Dengan keberlanjutan sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan elemen masyarakat, Nganjuk diharapkan dapat menciptakan kehidupan yang lebih damai, tertib, dan sejahtera. (*)