Sidoarjo Kembangkan Jalur Ekowisata Mangrove 33 Km di Pesisir Timur, Pemkab Koordinasi dengan TNI AL

Laporan: Ninis Indrawati

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus mematangkan rencana pengembangan kawasan ekowisata mangrove di wilayah pesisir timur sebagai destinasi wisata baru sekaligus kawasan konservasi lingkungan. Tahap awal penataan dipusatkan di Kecamatan Sedati, tepatnya di Desa Tambak Cemandi dan Desa Gisik Cemandi yang langsung berbatasan dengan laut.

Sebagai langkah awal, Pemkab Sidoarjo mulai menyiapkan pembangunan akses jalan menuju kawasan mangrove tersebut. Jalan penghubung dari jalan utama menuju lokasi wisata direncanakan memiliki panjang sekitar 2,5 kilometer dengan lebar mencapai 25 meter. Saat ini proses persiapan pembangunan jalur akses tengah berjalan.

Dalam rencana pembangunannya, sebagian trase jalan akan melintasi lahan milik TNI Angkatan Laut (TNI AL). Untuk itu, Bupati Sidoarjo H. Subandi melakukan kunjungan koordinasi ke Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V Surabaya pada Kamis (8/1/2026) guna membahas pemanfaatan lahan untuk kepentingan pembangunan tersebut.

Baca Juga:  Kerajinan Senjata Tajam Buatan Asal Magelang Raih Predikat Terbaik di Inacraft Award 2024

Dalam kunjungan itu, Bupati Subandi hadir bersama Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim CKTR) Sidoarjo M. Bachruni Aryawan, Kepala BPKAD Sidoarjo Chusnul Inayah, serta Kabag Hukum Setda Sidoarjo Komang Rai Warmawan. Rombongan diterima langsung oleh Dankodaeral V Laksda TNI Ali Triswanto didampingi Wadan Kodaeral V Brigjen TNI (Mar) Suwandi.

Bupati Subandi menegaskan bahwa pengembangan kawasan wisata mangrove di pesisir timur diharapkan menjadi destinasi unggulan baru Sidoarjo. Menurutnya, kemudahan akses menjadi kebutuhan pokok agar kawasan ini dapat diakses masyarakat dan wisatawan dengan baik.

Baca Juga:  PKS Beri Apresiasi Tindakan Tegas Pemkot Surabaya: Bisnis Harus Memanusiakan Pekerja

“Kami merencanakan pembangunan wisata mangrove di wilayah timur Sidoarjo. Untuk akses jalan, kami membutuhkan lahan TNI AL sekitar 20 x 120 meter,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Dankodaeral V Laksda TNI Ali Triswanto menyambut positif rencana Pemkab Sidoarjo dan memberikan dukungan. Ia menyarankan agar pembahasan teknis terkait pemanfaatan lahan dapat ditindaklanjuti secara intensif bersama Asisten Logistik (Aslog) Kodaeral V.

“Untuk rencana jangka panjang pengembangan mangrove, silakan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Aslog,” ujarnya.

Baca Juga:  Ramadhan Berkah: Ribuan Warga Indonesia dan Palestina Rasakan Sentuhan LAZiS Jateng

Sementara itu, Kepala Dinas Perkim CKTR Sidoarjo M. Bachruni Aryawan menjelaskan bahwa pengembangan kawasan mangrove tidak hanya terbatas pada wilayah Sedati. Ke depan, kawasan ini akan diperluas hingga pesisir selatan Kabupaten Sidoarjo, mulai dari Kecamatan Sedati hingga Kecamatan Jabon.

“Total panjang kawasan pesisir yang akan dikembangkan mencapai sekitar 33 kilometer, dengan lebar kawasan mangrove kurang lebih 1 kilometer,” terangnya.

Pemkab Sidoarjo berharap, selain menjadi daya tarik wisata baru, kawasan mangrove juga berperan dalam menahan abrasi laut, menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir, dan menjadi contoh pengembangan wisata berbasis konservasi lingkungan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!