Kadindik Jatim Dorong PPPK Paruh Waktu Terapkan Kerja Berbasis Dampak
Laporan: Ninis Indrawati
TULUNGAGUNG | SUARAGLOBAL.COM — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Kadindik Jatim), Aries Agung Paewai, mengajak Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu untuk menerapkan pola kerja berbasis dampak nyata sebagai strategi memperkuat layanan pendidikan di Jawa Timur.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Penghadapan PPPK Paruh Waktu Formasi Tahun 2024 yang berlangsung di Aula SMKN 3 Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Kamis (11/1/2026).
Sebanyak 950 PPPK paruh waktu yang berasal dari berbagai satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB di wilayah Tulungagung dan Trenggalek mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran para PPPK ini diharapkan mampu memperkokoh ekosistem pendidikan sekaligus mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan di sekolah.
Didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Tulungagung–Trenggalek, Dian Pemilu Sari, Aries menegaskan bahwa keberadaan PPPK paruh waktu tidak boleh dipandang semata-mata sebagai pemenuhan formasi atau kebutuhan administrasi kepegawaian.
“Kerja ke depan tidak lagi diukur dari lamanya waktu bekerja, tetapi dari hasil dan dampak yang dirasakan oleh sekolah dan peserta didik. Inilah paradigma kerja berbasis dampak yang harus kita bangun bersama,” tegasnya.
Menurut Aries, perubahan paradigma tersebut merupakan bagian dari transformasi budaya kerja di sektor pendidikan. Ia menjelaskan bahwa PPPK paruh waktu dituntut untuk bergerak melampaui rutinitas administratif menuju capaian yang jelas, terukur, dan bermanfaat langsung bagi sekolah.
Dalam paparannya, Aries juga mendorong agar PPPK paruh waktu memiliki karakter proaktif, mampu membaca persoalan di lingkungan sekolah, serta menghadirkan solusi yang konstruktif.
“Jangan hanya menunggu perintah. Hadirkan solusi dan pastikan apa yang kita kerjakan benar-benar membawa perubahan positif,” ujarnya.
Lebih jauh, Kadindik Jatim juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan sekolah sebagai bagian dari ekosistem layanan pendidikan.
“Sekolah yang bersih dan aman akan melahirkan proses pendidikan yang baik. Ini tanggung jawab kita bersama sebagai insan pendidikan,” pesannya.
Melalui kegiatan penghadapan ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur berharap seluruh PPPK paruh waktu dapat menginternalisasi paradigma kerja berbasis dampak, menjalankan tugas secara profesional, serta berkontribusi aktif dalam memperkuat layanan pendidikan demi terwujudnya pendidikan Jawa Timur yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing. (*)



Tinggalkan Balasan