Dorong Transformasi Pembelajaran, WIT Gen 8 Bekali Ratusan Guru Surabaya Dengan Literasi Digital
Laporan: Ninis Indrawati
SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Literasi digital dinilai menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di tengah cepatnya laju perkembangan teknologi pendidikan. Hal itu tercermin dalam pelaksanaan Roadshow Wardah Inspiring Teacher (WIT) Generasi 8 yang digelar di Kota Surabaya, Rabu (15/1/2026), bertempat di Aula Graha Utama BBPMP Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Wardah Inspiring Teacher, Rumah Belajar WIT, serta Yayasan Guru Belajar. Kolaborasi ini menjadi wadah penguatan peran guru dalam menghadapi tantangan pendidikan era digital.
Sebanyak 497 guru dari berbagai wilayah turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari Kota Surabaya, Kabupaten Mojokerto, Gresik, Madura, Kota dan Kabupaten Malang, Kota Pasuruan, serta sejumlah daerah lainnya di Jawa Timur. Antusiasme peserta menggambarkan komitmen tinggi guru untuk terus menyesuaikan diri dengan perubahan zaman dan meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi.
Teknologi sebagai Fondasi Literasi Abad 21
Dalam kesempatan tersebut, Perwakilan BBPMP Provinsi Jawa Timur, Dr. Wahyu Aji Jatmiko, S.Kom., M.T., menegaskan bahwa literasi digital yang bermakna dan kontekstual menjadi fondasi penting dalam menciptakan pembelajaran yang relevan, adaptif, serta berdampak bagi murid.
Menurutnya, program Wardah Inspiring Teacher menjadi ruang strategis bagi guru untuk saling berbagi praktik baik sekaligus mengembangkan kompetensi pedagogik berbasis teknologi. “Perubahan dalam pendidikan dimulai dari kompetensi guru yang mampu membaca kebutuhan zaman dan mengadaptasikannya ke ruang kelas,” ujar Wahyu.
Kontrol Pemanfaatan Gawai di Sekolah
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, S.Si., M.M., menyoroti pentingnya penggunaan gawai secara bijak di lingkungan sekolah. Ia menilai bahwa pemanfaatan teknologi yang tidak terkontrol dapat menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan belajar murid.
“Guru memiliki peran sentral dalam melakukan pendampingan dan pengendalian penggunaan teknologi. Pemanfaatan perangkat digital perlu diarahkan agar memberikan nilai tambah, bukan justru menimbulkan distraksi,” ujarnya.
Komitmen untuk “Dampak Nyata” dari Kelas
Dukungan juga disampaikan oleh Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Tri Endang Kustianingsih, M.Pd., yang menegaskan komitmen Dinas Pendidikan dalam mendukung kampanye WIT Gen 8 yang mengusung tema “Dari Kelas untuk Dampak Nyata”. Tema tersebut menekankan bahwa transformasi pendidikan dimulai dari ruang kelas melalui peran guru yang reflektif, kreatif, dan inovatif.
Pada kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi bertema “Menjadi Guru Kreatif dan Inovatif untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Melalui Literasi Digital” dari dua narasumber inspiratif, yakni Lina Wijayanti dan Djerman Djahuri. Melalui sesi workshop dan diskusi interaktif, peserta dibekali penguatan pedagogi berbasis literasi digital serta didorong untuk mengikuti proses transformasi guru melalui Program WIT Generasi 8.
Harapan Implementasi di Satuan Pendidikan
Melalui kegiatan roadshow ini, penyelenggara berharap para guru dapat mengimplementasikan literasi digital secara efektif, bertanggung jawab, serta berkelanjutan di satuan pendidikan masing-masing. Penerapan yang tepat diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi murid serta berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan di Surabaya dan wilayah sekitarnya. (*)



Tinggalkan Balasan