Cemas Kucingnya Terjebak Banjir, Mbah Narti Akhirnya Tersenyum Setelah Polisi Lakukan Evakuasi
Laporan: Tambah Santosa
KUDUS | SUARAGLOBAL.COM – Kepedulian mendalam terhadap warga terdampak banjir kembali ditunjukkan jajaran Kepolisian Resor Kudus. Di saat kunjungan ke posko pengungsian, sebuah kisah haru muncul dan mengundang perhatian publik. Bukan tentang harta benda atau rumah, melainkan tentang tujuh ekor kucing peliharaan milik seorang nenek yang terus dipikirkan meski sedang mengungsi.
Peristiwa tersebut terjadi di Posko Pengungsian SD 1 Payaman, Kecamatan Mejobo, Kudus, pada Jumat (16/1/2026). Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo datang bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kudus Ny. Dona Heru untuk meninjau kondisi warga sekaligus menyerahkan bantuan bagi para pengungsi.
Saat berkeliling berinteraksi dengan warga, perhatian Kapolres tertuju pada seorang nenek bernama Selagi Narti (65). Warga Desa Payaman tersebut tampak murung dengan mata sembab. Sesekali ia mengusap air mata, seolah menahan kesedihan yang mendalam.
Ketika dihampiri, Mbah Narti bercerita bahwa bukan rumah atau barang-barangnya yang paling ia risaukan, melainkan tujuh ekor kucing kesayangannya yang terpaksa ia tinggalkan di rumah karena banjir masih tinggi dan tidak memungkinkan untuk kembali.
“Sedih Pak, kucing-kucing saya masih di rumah. Airnya tinggi, saya takut mereka kelaparan,” ucapnya lirih.
Mendengar hal itu, Kapolres Kudus langsung mengambil tindakan cepat. Ia memerintahkan jajarannya menyiapkan perahu untuk mengevakuasi hewan peliharaan tersebut, mengingat wilayah Desa Payaman masih dikepung genangan air cukup dalam.
Kasat Samapta Polres Kudus, AKP Noor Alifi, memimpin langsung proses evakuasi dengan sejumlah personel menggunakan perahu. Tim menyusuri genangan dan memasuki area pemukiman yang masih terendam untuk mencapai rumah Mbah Narti. Setelah proses kurang lebih satu jam, seluruh tujuh ekor kucing berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Setibanya di posko, kabar itu langsung disampaikan kepada Mbah Narti. Seketika wajah murung yang sejak pagi terlihat berubah menjadi cerah. Dengan suara terbata dan mata berkaca-kaca, ia mengucapkan rasa terima kasih kepada Kapolres dan anggota Polres Kudus.
“Alhamdulillah, matur nuwun Pak Polisi. Kulo sampun tenang,” ungkapnya haru.
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan yang menjadi prioritas Polri, terutama dalam penanganan warga terdampak bencana.
“Kami tidak hanya fokus pada keselamatan warga, tetapi juga hal-hal yang menjadi beban pikiran masyarakat. Bagi sebagian orang, hewan peliharaan bukan sekadar binatang, tetapi bagian dari keluarga,” ujarnya.
Untuk sementara waktu, tujuh kucing tersebut akan dititipkan dan dirawat di Polsek Mejobo hingga kondisi Desa Payaman benar-benar aman dan banjir mulai surut.
“Untuk sementara kami siapkan penampungan di Polsek Mejobo. Setelah kondisi memungkinkan, kucing-kucing itu akan dikembalikan kepada pemiliknya,” tambah Kapolres.
Selain itu, Kapolres juga mengimbau masyarakat terdampak banjir agar tetap berada di posko pengungsian dan berkoordinasi dengan petugas apabila membutuhkan pertolongan lebih lanjut.
“Kami minta warga tetap tenang, ikuti arahan petugas, dan segera melapor jika membutuhkan bantuan. Polri bersama stakeholder terkait akan terus hadir untuk membantu,” tegasnya.
Kisah Mbah Narti dan kucing-kucingnya kini menjadi salah satu potret kemanusiaan di tengah bencana yang memperlihatkan bahwa kepedulian bisa hadir dari hal-hal yang tampak sederhana namun sangat berarti bagi mereka yang merasakannya. (*)




Tinggalkan Balasan