Orpes Generasi XIV Resmi Dikukuhkan, Dispendik Surabaya Perkuat Kolaborasi Pelajar

Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM — Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya resmi membentuk Organisasi Pelajar Surabaya (Orpes) Generasi XIV melalui kegiatan reorganisasi yang digelar di Ruang Ki Hajar, Kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Rabu (21/1/2026). Pembentukan ini menandai keberlanjutan program kolaboratif antar-pelajar melalui wadah formal yang telah berjalan selama 13 generasi sebelumnya.

Orpes merupakan organisasi pelajar tingkat kota yang beranggotakan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dari SMP negeri dan swasta se-Kota Surabaya. Organisasi ini dirancang sebagai ruang komunikasi dan kolaborasi lintas sekolah guna mencegah munculnya tren negatif yang kerap terjadi di kalangan pelajar, mulai dari rivalitas hingga persaingan tidak sehat antar sekolah.

Baca Juga:  Warga Karang Duwet Menjaga Tradisi Merti Dusun Dalam Rangkaian HUT Kemerdekaan RI ke 74

Membangun Sinergi OSIS sebagai Mitra Strategis Pendidikan

Melalui Orpes, pengurus OSIS dari berbagai sekolah di Surabaya diharapkan tidak hanya saling berkenalan dan berkomunikasi, tetapi juga mampu membangun sinergi, merancang kegiatan kolaboratif, hingga menghadirkan gagasan-gagasan baru yang berorientasi pada pengembangan pelajar.

Selain berfungsi sebagai forum kolaborasi, Orpes juga memiliki peran strategis dalam penyaluran aspirasi OSIS se-Kota Surabaya serta pengembangan minat, bakat, kepemimpinan, dan potensi siswa tingkat SMP.

Selama lebih dari satu dekade perjalanannya, Orpes dinilai berhasil menghasilkan ekosistem pelajar yang lebih terbuka dan kolaboratif. Kolaborasi lintas sekolah juga dinilai mampu menekan kesenjangan hubungan antar-pelajar, yang sebelumnya rentan dipengaruhi stereotip antarsekolah.

Kontribusi Positif dalam Dunia Pendidikan

Baca Juga:  Wabup Sidoarjo Dorong Bank Jatim Lebih Dekat dengan UMKM

Dispendik mencatat berbagai program yang dijalankan Orpes selama 13 generasi terakhir mampu mendorong partisipasi pelajar dalam kegiatan edukatif, sosial, hingga kampanye kepedulian antar sesama. Hal tersebut dinilai berkontribusi pada tumbuhnya iklim pendidikan yang sehat dan inklusif di Kota Surabaya.

Dispendik Soroti Isu Bullying hingga Kekerasan Seksual

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menyampaikan bahwa Orpes Generasi XIV diharapkan mampu mengambil peran aktif dalam meminimalisir tren negatif yang masih menjadi tantangan di lingkungan pelajar, seperti perundungan (bullying), kekerasan seksual, hingga perilaku menyimpang lainnya.

Ia juga menegaskan peran strategis OSIS sebagai penghubung komunikasi antara peserta didik dan pihak sekolah.

“Jika ada teman yang menyampaikan keluh kesah dan masih bisa dibantu, maka bantulah. Namun apabila tidak bisa ditangani, segera laporkan kepada guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah masing-masing agar dapat dilakukan pendampingan lebih lanjut,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga:  Hampir Bersamaan, Dua Warga Kuwarasan Ditemukan Meninggal di Tempat Umum

Pelajar Didorong Menjadi Agen Perubahan

Dengan dikukuhkannya Orpes Generasi XIV, Dispendik Kota Surabaya berharap pelajar tidak hanya menjadi penerima kebijakan pendidikan, tetapi juga menjadi aktor utama perubahan yang memiliki karakter, empati sosial, serta kontribusi nyata di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Dispendik menilai bahwa penguatan kolaborasi antar-OSIS melalui Orpes menjadi modal penting untuk membangun ekosistem pelajar yang adaptif, kreatif, dan mampu menghadapi tantangan sosial yang berkembang di era digital. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!