Angka di Plat, Api di Media: Nomor Dinas Polres Pasuruan Jadi Bahan Gunjingan

Laporan: Ninis Indrawati

PASURUAN | SUARAGLOBAL.COM –  Dari halaman Mapolres Pasuruan, gosip itu bermula. Sebuah kendaraan dinas masih memajang pelat nomor lama. Sepintas sepele. Tapi di dunia maya, angka-angka itu menjelma jadi tanda tanya. Ada yang mencurigai, ada yang bersuara lirih, ada pula yang berspekulasi keras.

Isu itu tak berhenti sebagai bisik. Ia naik kelas jadi pemberitaan. Publik pun dibuat mengernyit: mengapa pelat lama masih bercokol di kendaraan dinas?

Minggu (25/1/2026), Polres Pasuruan memilih tak lagi diam. Kasi Humas AKP Hartono tampil ke depan, membuka tirai yang sempat membuat suasana menghangat.

Baca Juga:  Kanwil Kemenkumham Jateng Raih Penghargaan Laporan Keuangan Terbaik III, Bukti Transparansi dan Akuntabilitas

Sasaran utama sorotan adalah mobil dinas Kapolres. Tuduhan pun beredar: belum taat aturan terbaru. Hartono langsung menepis.

“Plat nomor mobil dinas Kapolres saat ini sudah sesuai dg TR terbaru,” ujarnya, tanpa basa-basi.

Namun fakta lain tak bisa disangkal. Di lingkungan Polres Pasuruan, masih ada kendaraan dinas yang memakai pelat lama. Bagi sebagian orang, ini dianggap ganjil. Bagi Polres, ini soal waktu.

Baca Juga:  Menenun Budaya, Merajut Ekonomi: Pemkab Sidoarjo Dorong UMKM Lewat Kunjungan ke Nine Art Gallery

“Selama plat nomor baru belum selesai, kendaraan dinas masih menggunakan plat nomor lama,” kata Hartono.

Sumber kegaduhan ini bermuara pada satu kebijakan penting. Telegram Rahasia (TR) dari Polda mengubah peta pelat nomor dinas. Kode 39 dipensiunkan. Kode 35 naik panggung.

“Sesuai TR dari Polda, kode plat nomor dinas Polres Pasuruan berubah dari 39 menjadi 35,” jelas Hartono.

Pergantian ini bersifat menyeluruh. Masalahnya, jumlah kendaraan dinas tak sedikit. Proses administrasi menuntut antrean panjang.

Baca Juga:  Strategi Inovasi dan Kolaborasi: Coffee Morning Seksi Giatja Fokuskan Rencana Kerja Tahun 2025

“Proses ini memang butuh waktu, karena tidak sedikit mobil dinas yang juga dalam proses,” imbuhnya.

Di tengah riuh dugaan dan aroma kecurigaan, Polres Pasuruan memilih satu jurus: membuka komunikasi. Hartono menegaskan, pihaknya tak alergi kritik dan siap berdialog dengan awak media agar informasi tak melenceng.

“Kolaborasi antar pihak bagi kami adalah kunci kemajuan dalam pelayanan bagi masyarakat,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!