Tahan Tekanan, Tetap Profesional! Imigrasi Cilacap Gembleng Mental Pegawai Lewat Pelatihan Manajemen Stres

Laporan: Widodo Mei Dwi

CILACAP | SUARAGLOBAL.COM – Di tengah derasnya arus pelayanan publik dan dinamika tugas yang tak kenal jeda, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cilacap mengambil langkah progresif. Bukan hanya memperkuat sistem pelayanan, tetapi juga memperkokoh mental aparatur melalui In House Training bertajuk “Manajemen Stres & Refleksi Diri”, Kamis (12/2/2026), di Aula kantor setempat.

Seluruh elemen internal hadir dalam kegiatan ini, mulai dari pejabat struktural, pegawai, PPPK hingga PPNPN. Suasana aula tampak berbeda dari biasanya. Jika sehari-hari dipenuhi pembahasan administratif dan teknis, kali ini ruangan dipenuhi diskusi reflektif, tanya jawab terbuka, hingga praktik teknik pernapasan yang menenangkan.

Sebagai garda terdepan pelayanan dokumen perjalanan dan pengawasan keimigrasian, pegawai imigrasi dihadapkan pada tekanan waktu, target kerja, hingga tuntutan masyarakat yang beragam. Kondisi tersebut, bila tak dikelola dengan baik, berpotensi menimbulkan kelelahan mental dan penurunan produktivitas.

Baca Juga:  Rutan Kelas I Surabaya Gandeng LBH Plato Foundation untuk Perkuat Program Rehabilitasi Narapidana

Hadir sebagai narasumber, Psikolog Klinis Anak dan Dewasa, Bagas Alam, memberikan pemahaman mendalam bahwa stres sejatinya bukan musuh.

“Stres bukanlah musuh. Stres adalah sinyal bahwa ada tuntutan atau kebutuhan yang perlu kita kelola. Yang menjadi masalah bukan stresnya, tetapi ketika kita tidak menyadari dan tidak memiliki strategi untuk mengelolanya,” tegas Bagas di hadapan peserta.

Pelatihan berlangsung interaktif dan partisipatif. Tak hanya pemaparan materi, peserta diajak melakukan refleksi diri untuk mengenali pola stres masing-masing. Diskusi kelompok pun digelar untuk berbagi pengalaman serta strategi personal dalam menghadapi tekanan kerja.

Baca Juga:  Pengamanan Perayaan Hari Raya Idul Adha 1445H di Ngada Berjalan Lancar dan Khidmat

Beberapa teknik praktis yang dilatihkan antara lain:

Pause and Breathing: Teknik pernapasan sadar untuk menenangkan respons emosional.

Mindfulness: Melatih fokus pada momen saat ini tanpa penilaian berlebihan.

Manajemen Waktu: Mengatur prioritas kerja secara realistis dan efektif.

Self-Care: Pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Peserta tampak antusias mengikuti sesi demi sesi. Beberapa bahkan mengaku baru menyadari bahwa gejala stres ringan seperti sulit tidur, mudah tersinggung, atau kehilangan fokus merupakan tanda yang perlu diantisipasi sejak dini.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cilacap menegaskan komitmennya membangun budaya kerja yang sehat, adaptif, dan suportif. Lingkungan kerja yang kondusif diyakini menjadi fondasi penting untuk menghadirkan pelayanan prima kepada masyarakat.

Baca Juga:  Tuntas! Trio Pengedar Narkoba Dibekuk di Simalungun, Polisi Kejar Jaringan Martubung

Dengan pelatihan ini, diharapkan seluruh aparatur mampu:

Mengenali tanda-tanda stres secara dini.

Memahami pemicu stres, baik internal maupun eksternal.

Menerapkan strategi pengelolaan stres dalam kehidupan kerja maupun pribadi.

Langkah ini menjadi bukti bahwa profesionalisme tidak hanya dibangun lewat kompetensi teknis, tetapi juga melalui ketahanan mental dan kesehatan psikologis.

Di tengah tuntutan pelayanan publik yang terus meningkat, Imigrasi Cilacap memilih untuk tidak menunggu masalah muncul. Mereka bergerak lebih dulu memperkuat mental, menjaga keseimbangan, dan memastikan setiap pegawai tetap fokus, sehat, serta siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!