Rambipuji Dikepung Banjir! Polres Jember Turun Tangan Evakuasi Ribuan Warga

Laporan: Ninis Indrawati

JEMBER | SUARAGLOBAL.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember sejak Kamis hingga Jumat dini hari, 12–13 Februari 2026, berubah menjadi petaka. Debit air sungai meningkat tajam, meluap dan merendam permukiman warga di delapan kecamatan. Kecamatan Rambipuji menjadi wilayah paling terdampak.

Air bah datang cepat. Ketinggian air bahkan mencapai 30 sentimeter hingga 2 meter di sejumlah titik. Warga pun panik menyelamatkan diri dan harta benda seadanya saat air mulai masuk ke rumah-rumah mereka.

Data dari BPBD mencatat sebanyak 3.944 kepala keluarga (KK) terdampak di 8 kecamatan dan 17 desa/kelurahan. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Rambipuji menjadi wilayah terparah dengan 3.210 KK terdampak.

Baca Juga:  Payaman Diasapi, Warga Ungsikan Piaraan

Melihat situasi yang kian genting, jajaran Polres Jember bergerak cepat. Dipimpin langsung Wakapolres Jember, Kompol Ferry Dharmawan, aparat gabungan turun ke lokasi banjir untuk melakukan evakuasi warga.

Tim terpadu yang terdiri dari TNI, Basarnas, BPBD, PMI, Tagana, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan dan desa, hingga relawan bahu-membahu menyelamatkan warga yang rumahnya terendam.

Fokus utama penanganan berada di Kecamatan Rambipuji, kawasan yang paling parah diterjang luapan air.

Warga yang rumahnya tidak lagi aman langsung dipindahkan ke lokasi pengungsian, salah satunya di Balai Desa Rambipuji. Selain itu, sebagian memilih bertahan di rumah kerabat maupun tempat ibadah.

Baca Juga:  “Mengawal Kasada, Menjaga Warisan Tengger”: Polres Pasuruan Siaga Penuh di Gunung Bromo

“Kami hadir untuk memastikan warga terdampak mendapatkan pertolongan dengan cepat. Evakuasi kami lakukan ke tempat yang lebih aman, sekaligus menyalurkan bantuan logistik selama masa tanggap darurat,” tegas Kompol Ferry, Sabtu (14/2/2026).

Tak hanya evakuasi, aparat gabungan juga melakukan pembersihan sisa lumpur yang menumpuk di jalan dan rumah warga. Dapur umum serta dapur mandiri pun segera didirikan untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi.

Sementara itu, meningkatnya debit air di sejumlah sungai seperti Sungai Dinoyo, Kaliputih, Kalijompo, Kaliklepuh, serta Sungai Bedadung menjadi pemicu utama banjir besar kali ini. Luapan air tak hanya merendam rumah warga, tetapi juga merusak jembatan dan mengganggu arus lalu lintas di sejumlah titik.

Baca Juga:  Polsek Asemrowo Surabaya Tebar Kebaikan: Ratusan Takjil Dibagikan untuk Warga di Bulan Ramadan

Kompol Ferry menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait guna mempercepat penanganan dampak banjir.

“Sinergi lintas instansi terus kami lakukan, baik dalam proses evakuasi, pengamanan wilayah, maupun distribusi bantuan. Keselamatan dan kebutuhan dasar warga adalah prioritas utama,” tandasnya.

Hingga kini, ratusan warga masih bertahan di pengungsian. Aparat pun tetap siaga 24 jam guna mengantisipasi potensi banjir susulan jika curah hujan kembali meningkat.

Situasi masih dalam pemantauan. Warga diimbau tetap waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!