Tangis Histeris di Kab Pasuruan, Bocah Berusia 7 Tahun Meninggal Dunia Usai Ditabrak Mobil
Laporan: Ninis Indrawati
PASURUAN | SUARAGLOBAL.COM – Minggu pagi yang seharusnya menjadi waktu santai bersama keluarga berubah menjadi tragedi memilukan. Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun, warga Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, meninggal dunia setelah menjadi korban kecelakaan maut di tepi jalan.
Peristiwa nahas itu terjadi di Jalan Raya Pasuruan–Bromo, tepatnya di Desa Tebas, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Detik-detik kejadian bahkan terekam jelas kamera CCTV di sekitar lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat ibu korban, MM , berhenti di sebuah toko pinggir jalan untuk berbelanja. Ia memarkir sepeda motor matiknya di tepi jalan raya. Anak tersebut duduk di atas motor sambil menunggu sang ibu.
Namun, suasana mendadak berubah mencekam. Sebuah mobil minibus berwarna hitam melaju dari arah utara dengan kecepatan tinggi. Diduga kehilangan kendali, kendaraan tersebut tiba-tiba keluar dari jalur aspal.
Tanpa sempat mengerem, mobil itu langsung menghantam sepeda motor yang terparkir beserta bocah malang yang masih duduk di atasnya.
Kepala Desa Cobanjoyo, Rohman, membenarkan peristiwa tersebut.
“Tiba-tiba mobil keluar jalur aspal, menabrak sepeda motor dan korban. Korban sempat terpental cukup jauh,” ungkap Kepala Desa Cobanjoyo, Rohman, Minggu (15/2/2026).
Benturan keras membuat sepeda motor ringsek dan tubuh korban terlempar beberapa meter dari titik awal. Suara tabrakan mengagetkan warga sekitar. Ibu korban dan sejumlah saksi mata langsung berteriak histeris melihat kondisi bocah tersebut.
Warga dengan sigap memberikan pertolongan dan segera membawa korban ke RSUD dr. R. Soedarsono, Kota Pasuruan.
Namun takdir berkata lain. Luka parah yang diderita korban membuat nyawanya tak tertolong.
Sementara itu, sopir minibus diketahui bernama Mohamad Muklas, warga Desa Pohgading, Kecamatan Pasrepan. Ia telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pelaksana Tugas Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaidi, menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut.
“Pihak kepolisian, khususnya Satlantas, masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan itu,” ujarnya.
Polisi kini menelusuri berbagai kemungkinan, mulai dari dugaan kelalaian pengemudi, faktor teknis kendaraan, atau penyebab lainnya.
Tragedi ini menjadi pengingat keras akan pentingnya kewaspadaan dan keselamatan berkendara, terutama di jalur padat seperti Pasuruan–Bromo. Di balik peristiwa tersebut, tersisa duka mendalam bagi keluarga kecil di Desa Cobanjoyo yang harus kehilangan buah hati tercinta dalam sekejap. (*)



Tinggalkan Balasan