Evakuasi Truk Trailer Menegangkan di Jalan Lingkar Salatiga, Arus Dialihkan ke Dalam Kota, Tutup Akses Blotongan–Cebongan 1,5 Jam!
Laporan: Wahyu Widodo
SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Suasana sore di Jalan Lingkar Salatiga mendadak tegang. Sebuah truk trailer raksasa terjun bebas ke parit sedalam kurang lebih empat meter di wilayah Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo. Proses evakuasi pun berlangsung dramatis dan memakan waktu sekitar satu setengah jam, membuat arus lalu lintas dari arah Blotongan menuju Cebongan sempat ditutup total!
Petugas dari Polres Salatiga bergerak cepat. Satu unit crane dan satu derek diterjunkan untuk mengangkat badan truk yang ringsek dari dasar parit. Selama proses pengangkatan, arus kendaraan dialihkan masuk ke jalur dalam kota demi menghindari kemacetan panjang.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Salatiga, AKP Henry Sylistyanta DS, menegaskan rekayasa lalu lintas dilakukan demi keselamatan dan kelancaran proses evakuasi.

“Kurang lebih sekitar satu jam setengah untuk evakuasi. Kita melaksanakan penutupan dari arah Blotongan untuk dialihkan ke jalur kota dulu, karena mengingat pakai kren menutup jalan yang arah ke Cebongan,” ujarnya saat ditemui Suaraglobal.com di lokasi, Jumat (20/2/2026).
Insiden ini terjadi pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 15.15 WIB. Saat itu arus kendaraan relatif lengang. Truk trailer tanpa muatan bernomor polisi B 9678 THE melaju dari Semarang menuju Boyolali untuk mengambil onderdil ekskavator.
Saat memasuki turunan tajam di Jalan Lingkar Salatiga, rem belakang kiri diduga mengunci. Dalam hitungan detik, kendaraan besar itu kehilangan kendali.
“Peristiwanya terjadi Selasa sore sekitar pukul 15.15 WIB. Arus tidak begitu ramai, akhirnya truk banting ke kiri dan masuk ke kali,” jelas AKP Henry.
Trailer menghantam pembatas jalan dan pohon sebelum akhirnya terguling ke parit. Pembatas beton di tepi jalan pecah berantakan. Di dasar jurang, kondisi kabin terlihat ringsek berat bagian depan penyok, kaca pecah, dan bodi terlipat.
Agus, rekan sopir korban, mengaku kejadian berlangsung sangat cepat.
“Rem belakang kiri mengunci. Tahu-tahu sudah oleng,” katanya singkat.
Sedikitnya 10 personel diterjunkan untuk mengamankan lokasi sekaligus mengatur arus kendaraan. Penutupan dilakukan dari arah Blotongan serta di putaran atas Salib Putih.
“Untuk sementara kita melibatkan 10 personel, penutupan dari arah Blotongan, terus putaran atas Salib Putih, agar tidak mengganggu arus lalu lintas kita arahkan ke dalam kota dulu,” terang Henry.
Satu crane mengangkat badan truk dari dasar parit, sementara satu derek disiapkan untuk membawa kendaraan ke lokasi penyimpanan barang bukti.

“Untuk alat berat satu crane dan satu derek untuk membawa badan truk,” tambahnya.
Truk tersebut dikemudikan Solikin, warga Pati. Meski kabin ringsek cukup parah, ia beruntung selamat. Korban mengalami luka pada kaki dan tangan, lalu segera dilarikan ke RSUD Kota Salatiga untuk mendapatkan perawatan medis.
Karena kecelakaan ini merupakan kecelakaan tunggal tanpa korban lain, penanganan dilakukan tanpa proses hukum lanjutan.
Meski sempat menutup akses utama, proses evakuasi berlangsung aman dan terkendali. Polisi juga mengapresiasi dukungan masyarakat yang membantu kelancaran lalu lintas.
“Saat proses evakuasi arus terkendali, aman, lancar, tertib. Berkat bantuan masyarakat juga yang ikut mendukung kelancaran lalu lintas,” pungkas Henry.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi para pengemudi kendaraan berat agar lebih waspada saat melintasi turunan tajam di Jalan Lingkar Salatiga ruas yang dikenal memiliki kontur menurun dan berisiko tinggi jika sistem pengereman bermasalah. (*)



Tinggalkan Balasan