Pagi Berujung Duka: Wanita 45 Tahun di Karanganyar Tewas Diduga Tersetrum Setrika

Laporan: Pujo

PEKALONGAN | SUARAGLOBAL.COM – Duka menyelimuti Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Seorang wanita paruh baya, Kunjaenah (45), ditemukan meninggal dunia saat tengah menyetrika pakaian di rumahnya sendiri, Senin (23/02/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Diduga kuat, korban tewas akibat tersengat arus listrik dari setrika yang digunakannya.

Peristiwa memilukan itu terjadi di saat suasana pagi masih sunyi. Seperti biasa, Kunjaenah tengah menyiapkan pakaian sekolah anaknya serta pakaiannya sendiri di kamar depan rumah. Ia menyalakan setrika dan menunggu alat tersebut panas.

Tanpa ada firasat apa pun, sang anak, Dafi (16), meninggalkan ibunya untuk mandi. Namun tak lama kemudian, suasana berubah mencekam.

Usai mandi, Dafi mendapati ibunya sudah tergeletak di lantai. Tubuhnya tak bergerak.

Baca Juga:  Bupati Bangkalan Tekankan Kepemimpinan dan Etos Kerja dalam Pelatihan SDM PUDAM

Panikan, Dafi langsung memanggil ibunya berulang kali. Namun tak ada jawaban.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., melalui Plh. Kapolsek Karanganyar Iptu Bono Raharjo membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, telah ditemukan seorang warga meninggal dunia yang diduga akibat tersengat listrik. Kami menerima laporan dari Kepala Desa Kulu sekitar pukul 06.30 WIB,” ungkap Iptu Bono saat dikonfirmasi.

Melihat ibunya tak merespons, Dafi segera mencabut kabel setrika dari stop kontak karena khawatir masih ada aliran listrik. Ia sempat menggoyangkan tubuh korban, namun tetap tak ada tanda kehidupan.

“Anak korban memanggil ibunya, namun tidak ada respons. Karena curiga, ia segera mencabut kabel setrika dari stop kontak,” terang Iptu Bono.

Yang membuat suasana makin pilu, di tangan korban terlihat luka melepuh akibat panas setrika. Dugaan kuat, korban tersengat listrik saat sedang menyetrika.

Baca Juga:  55 Wisudawan LPK Serbaindo Siap Gapai Mimpi di Jepang, Generasi Baru Siap Menembus Pasar Global, Bersertifikat, Berkompetensi, dan Berani Bersaing

“Selain tidak ada respons, pada tangan korban terdapat luka melepuh. Diduga kuat korban tersengat arus listrik saat menyetrika,” jelasnya.

Dalam kondisi panik dan histeris, Dafi berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Tetangga berdatangan, sementara pihak kepolisian segera meluncur ke lokasi setelah menerima laporan.

Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh. Tim Inafis Polres Pekalongan bersama bidan desa melakukan pemeriksaan awal terhadap jasad korban.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka melepuh pada tangan kanan korban akibat terkena setrika panas. Selain itu, ditemukan luka pada jempol kaki kanan yang diduga menjadi titik keluar arus listrik.

Baca Juga:  RSUD Dr. Iskak Tingkatkan Kapasitas Layanan Jantung Lewat Kerja Sama dengan UNAIR

Dugaan sementara, arus listrik mengalir melalui tangan korban saat memegang setrika, lalu keluar melalui bagian kaki.

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain di tubuh korban. Pihak keluarga pun menerima kejadian ini sebagai musibah.

“Atas kejadian tersebut, keluarga menerima dengan ikhlas dan tidak menghendaki dilakukan autopsi,” pungkas Iptu Bono.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati saat menggunakan peralatan listrik di rumah, terutama di waktu pagi ketika kondisi tubuh masih lelah atau lingkungan sekitar belum sepenuhnya terang.

Kini, rumah sederhana di Desa Kulu itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Seorang ibu yang tengah menyiapkan masa depan anaknya, justru berpulang dalam aktivitas rutinnya yang sederhana. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!