Proyek Exit Tol Patimura Salatiga Segera Dimulai, Begini Jelasnya
Laporan: Wahyu Widodo
SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Kabar yang dinanti warga akhirnya menemukan titik terang. Rencana pembangunan Exit Tol Patimura atau Tamansari di Salatiga kini resmi memasuki tahap realisasi. Pemerintah Kota bergerak cepat mengawal prosesnya agar tak lagi sekadar wacana.
Rabu (04/03/2026), Wali Kota Salatiga menerima audiensi dari jajaran PT. Trans Marga Jateng (TMJ) di Ruang Kerja Wali Kota. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam koordinasi rencana pelaksanaan pembangunan Exit Tol Patimura.
Audiensi dihadiri langsung oleh Direktur Utama TMJ, Prajudi, beserta jajaran manajemen. Turut mendampingi Wali Kota, Penjabat Sekretaris Daerah, para Asisten Sekda, serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam paparannya, Direktur Utama TMJ, Prajudi, mengungkapkan bahwa proyek Exit Tol Patimura telah melangkah hingga tahap pengumuman lelang kontraktor.
“Alhamdulillah prosesnya sudah sampai lelang dan sudah ada pengumuman terkait calon kontraktornya. Untuk penandatanganan kontrak memang kami rencanakan setelah Lebaran, karena saat arus mudik tidak diperkenankan ada pekerjaan di jalur tol. Insyaallah sekitar 1 April sudah penandatanganan kontrak,” jelas Prajudi.
Namun demikian, TMJ masih menunggu kepastian dari Pemerintah Pusat dan pihak terkait mengenai status kebebasan lahan, khususnya untuk pelebaran jalan Exit Tol Tingkir. Kejelasan pembebasan tanah ini menjadi salah satu kunci agar pembangunan berjalan tanpa hambatan.
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menyambut penuh optimisme progres pembangunan tersebut. Ia menegaskan bahwa Exit Tol Patimura merupakan rencana strategis yang telah dirancang sejak tahun 2023.
“Ini memang yang saya tunggu, tentang kejelasan exit tol Tamansari atau Patimura ini. Alhamdulillah sudah ada progres. Nanti tanggal 1 April Insyaallah sudah penandatanganan MoU dengan kontraktor. Mudah-mudahan diberikan kelancaran,” ujar dr. Robby Hernawan, Sp.OG.
Ia juga memastikan Pemerintah Kota telah menyiapkan skema jalan alternatif selama masa pembangunan berlangsung. Langkah ini diambil untuk meminimalisasi kemacetan dan menjaga kenyamanan mobilitas warga.
Exit Tol Patimura diproyeksikan menjadi pintu gerbang baru yang memperlancar akses menuju kawasan Patimura dan Tamansari. Keberadaannya diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di wilayah sekitar.
Tak hanya soal mobilitas, pembangunan ini diyakini akan memberikan efek domino terhadap sektor perdagangan, UMKM, hingga investasi di Kota Salatiga. Akses yang semakin mudah akan mendorong aktivitas ekonomi bergerak lebih dinamis.
Audiensi tersebut pun menjadi simbol kuatnya komitmen bersama antara Pemkot Salatiga dan PT. Trans Marga Jateng dalam merealisasikan proyek strategis ini. Harapannya, seluruh tahapan berjalan mulus tanpa kendala berarti.
Kini, warga tinggal menanti 1 April sebagai momentum penting penandatanganan kontrak. Jika semua sesuai rencana, Exit Tol Patimura tak lagi sekadar impian melainkan segera menjadi kenyataan yang membawa wajah baru bagi Kota Salatiga. (*)



Tinggalkan Balasan