Gas Melon Langka Jelang Lebaran! Polisi dan Pemkab Bojonegoro Turun Tangan, Pangkalan Nakal Terancam Disanksi

Laporan: Ninis Indrawati

BOJONEGORO | SUARAGLOBAL.COM – Menjelang Hari Raya, warga Kabupaten Bojonegoro dibuat resah. Tabung gas LPG 3 kilogram atau yang dikenal sebagai “gas melon” tiba-tiba sulit didapat di pasaran dalam beberapa hari terakhir.

Kelangkaan ini tak hanya membuat warga panik, tetapi juga memicu lonjakan harga di tingkat pengecer. Bahkan, di sejumlah titik, harga LPG melonjak jauh di atas ketentuan resmi.

Tak tinggal diam, jajaran Polres Bojonegoro Polda Jatim bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro langsung bergerak cepat. Mereka turun langsung ke lapangan untuk memastikan distribusi LPG berjalan normal dan menindak tegas jika ada pelanggaran.

Dalam sidak tersebut, turut hadir Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Kanit II Sat Reskrim Polres Bojonegoro Ipda A. Zaenan Na’im, serta sejumlah OPD terkait.

Baca Juga:  Tandatangani Pakta Integritas, Lapas Semarang Siap Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi

Pengecekan dilakukan di beberapa titik strategis, mulai dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Swarna Bina di Desa Plesungan, Kecamatan Kapas, hingga empat pangkalan LPG di wilayah Desa Kapas dan Desa Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro Kota.

Wakil Bupati Nurul Azizah menegaskan, langkah ini merupakan respons cepat pemerintah atas kelangkaan LPG yang sempat membuat masyarakat resah.

“Kami bersama kepolisian memastikan distribusi berjalan sesuai aturan dan tidak ada penyimpangan di lapangan,” tegasnya, Rabu (18/3/2026).

Ia juga memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara intensif agar pasokan tetap aman hingga Lebaran.

Dalam sidak tersebut, petugas menemukan adanya pangkalan di Desa Kapas yang menjual LPG 3 kilogram di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Harga yang dipatok bahkan mencapai Rp20.000 hingga Rp25.000 per tabung, jauh di atas HET resmi Jawa Timur yang ditetapkan sebesar Rp18.000.

Baca Juga:  Usai MoU dengan PLN, Disdik Jatim Tancap Gas: SMKN 7 Surabaya Dibina Jadi Sekolah Vokasi Unggulan

Kanit II Sat Reskrim Polres Bojonegoro, Ipda A. Zaenan Na’im, menegaskan bahwa pangkalan tersebut akan ditindak tegas.

“Pangkalan akan dilaporkan ke agen oleh Pertamina untuk dilakukan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU). Kami juga akan melakukan pendalaman dan pemeriksaan,” tegasnya.

Dari hasil pengecekan, kelangkaan LPG ternyata dipicu oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari raya. Selain itu, distribusi juga sempat mengalami kendala akibat faktor cuaca dan jarak pengiriman yang cukup jauh.

Petugas sebelumnya juga telah melakukan pengecekan di SPBE PT Kurniawan Mekar Agung Abadi di Desa Banjarjo, Kecamatan Padangan.

Hasilnya, ditemukan adanya keterlambatan distribusi yang berdampak pada pasokan di tingkat pangkalan.

Baca Juga:  Sinergi Polres Pasuruan dan Serikat Pekerja: Wujudkan May Day 2025 yang Aman dan Bermartabat

Sebagai solusi, pemerintah dan kepolisian sepakat melakukan sejumlah langkah antisipasi. Mulai dari penambahan armada distribusi hingga memperpanjang jam operasional pelayanan.

Bahkan, layanan distribusi LPG dipastikan tetap berjalan saat hari raya guna menjamin ketersediaan bagi masyarakat.

Polres Bojonegoro juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Selain itu, warga diminta menggunakan LPG 3 kilogram sesuai peruntukannya, yakni untuk masyarakat kurang mampu.

Tak kalah penting, masyarakat juga diharapkan aktif melapor jika menemukan indikasi penimbunan atau kecurangan distribusi di lapangan.

Dengan pengawasan ketat dan langkah cepat dari aparat, diharapkan pasokan “gas melon” kembali normal dan masyarakat bisa menyambut Lebaran dengan tenang tanpa kekhawatiran kehabisan bahan bakar dapur. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!