Wapres Gibran Tinjau Peternakan Boyolali, Tekankan Vaksinasi PMK dan Hilirisasi Industri

Laporan: Yuanta

BOYOLALI | SUARAGLOBAL.COM – Kunjungan kerja Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (27/03/2026), menjadi sorotan. Tak sekadar seremonial, orang nomor dua di Indonesia itu langsung turun ke lapangan meninjau peternakan sapi Ampaslovers’ Sayekti Farm di Pagerjurang, Kecamatan Musuk.

Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius mengawal sektor peternakan agar semakin maju, terintegrasi, dan tahan terhadap ancaman penyakit maupun gejolak ekonomi.

Di hadapan para peternak dan pejabat daerah, Wapres secara tegas mengingatkan bahaya penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih menjadi ancaman nyata bagi peternakan nasional.

“Pastikan semua sapi divaksin. Dan warga jangan telat melapor. Kalau ada satu kejadian, langsung dilaporkan agar tidak menyebar,” tegas Gibran dengan nada serius.

Baca Juga:  Kecelakaan Maut di Tol Batang-Semarang, Empat Orang Tewas

Menurutnya, kunci utama mengendalikan wabah adalah kecepatan respons. Tanpa pelaporan dini dan vaksinasi merata, penyakit bisa dengan cepat meluas dan merugikan peternak.

Namun, perhatian Wapres tak berhenti pada aspek kesehatan ternak saja. Ia juga menyoroti pentingnya hilirisasi industri peternakan sebuah langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Gibran mendorong agar Boyolali segera menarik investor untuk membangun fasilitas pengolahan terpadu.

“Segera datangkan investor untuk membangun pabrik. Dari pakan sampai produk akhir harus ada di sini. Ini penting untuk hilirisasi,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa sistem peternakan modern tidak boleh lagi berjalan secara terpisah. Semua harus terhubung, mulai dari penyediaan pakan, proses produksi, hingga distribusi ke pasar.

Baca Juga:  Pentingnya Pembinaan Fisik Bagi Prajurit dan ASN di Korem 073/Makutarama

“Harus dari hulu ke hilir selesai semua. Jangan sampai ada lagi warga yang mengeluh,” tambahnya.

Langkah ini diyakini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menciptakan stabilitas harga, khususnya pakan ternak yang selama ini kerap menjadi beban peternak.

Lebih jauh, Gibran melihat sektor peternakan sebagai salah satu motor penggerak ekonomi rakyat. Dengan pengelolaan yang baik, sektor ini mampu membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Nanti kalau sudah ada pabriknya, harga pakan stabil, lapangan kerja terbuka, dan warga harus sejahtera,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Boyolali, Agus Irawan, menegaskan bahwa peternakan sapi perah merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.

Baca Juga:  Janji Ritual Berujung Maut, Pasutri Pemalang Tewas di Tangan Dukun Palsu

Menurutnya, wilayah seperti Musuk memiliki potensi besar yang selama ini menjadi andalan warga dalam memenuhi kebutuhan hidup.

“Ini salah satu wilayah dengan potensi terbesar di sektor peternakan. Sapi perah menjadi kekuatan utama ekonomi masyarakat,” jelas Agus.

Kunjungan ini juga dihadiri Anggota DPR RI Komisi XIII Adik Sasongko serta Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali, Ahmad Gojali, yang turut mendukung upaya penguatan sektor peternakan berbasis integrasi.

Dengan dorongan langsung dari Wapres, Boyolali diharapkan mampu menjadi model pengembangan peternakan modern yang terintegrasi bukan hanya di Jawa Tengah, tetapi juga di tingkat nasional. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!