86 Mahasiswa Psikologi Islam UIN Salatiga Ikuti KKL di BNNP Jateng, Teken MoU, Fokus Kolaborasi Pencegahan Narkotika

Laporan: Andi Saputra

SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Langkah tegas memerangi narkoba digaungkan dari dunia kampus! Sebanyak 86 mahasiswa Program Studi Psikologi Islam Fakultas Dakwah UIN Salatiga turun langsung mengikuti Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke kantor BNNP Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026). Tak sekadar kunjungan, momen ini sekaligus jadi tonggak penting: penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat perang terhadap narkotika!

Bertempat di Ruang Bhara Dhaksa Lantai 3, rombongan mahasiswa disambut langsung Kepala BNNP Jateng, Toton Rasyid. Suasana hangat namun penuh keseriusan terasa saat isu narkoba yang kian mengkhawatirkan dibedah secara terbuka.

“Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa. Mereka harus ikut ambil peran dalam melawan narkoba,” tegas Toton, membuka kegiatan.

Baca Juga:  Polri dan Universitas Brawijaya Jalin Kerjasama untuk Tingkatkan Kualitas SDM

Menurutnya, perang terhadap narkotika bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Ia bahkan menegaskan kontribusi paling sederhana namun krusial: menolak memakai narkoba.

“Tidak memakai narkoba itu bentuk nyata cinta tanah air,” ujarnya lantang.

Data terbaru hasil survei BNN bersama BPS dan BRIN periode 2023–2025 mengungkap fakta mencengangkan. Prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,1 juta jiwa usia produktif 15–64 tahun.

Angka ini menjadi alarm keras! Narkotika terus menyasar generasi muda—bahkan sindikatnya makin canggih dan merambah berbagai wilayah.

“Tidak ada daerah yang benar-benar aman dari narkoba,” ungkap Toton.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Hadiri Perayaan 80 Tahun Kemenangan Tiongkok, Indonesia Tunjukkan Peran Global

Tak hanya itu, dampak narkoba juga dikupas dari sisi psikologis. Mulai dari kerusakan fungsi otak, kecanduan berat, hingga halusinasi yang bisa menghancurkan masa depan. Bahkan, fenomena vape pun kini disorot sebagai potensi media penyalahgunaan zat terlarang.

“BNN akan ambil langkah strategis agar vape tidak disalahgunakan,” tambahnya.

Dekan Fakultas Dakwah UIN Salatiga, Adang Kuswaya, menegaskan pentingnya pemahaman menyeluruh bagi mahasiswa.

“Kami ingin mahasiswa memahami narkotika dari sisi hukum, psikologi, hingga rehabilitasi,” jelasnya.

Tak berhenti di situ, kerja sama strategis resmi diteken! Rektor UIN Salatiga, Zakiyuddin, bersama Kepala BNNP Jateng menandatangani MoU yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, hingga pengabdian masyarakat.

Baca Juga:  Menolak Lupa Polisi Teladan Bripka Seladi Pilih Jadi Pemulung untuk Hidup Halal

Zakiyuddin mengingatkan, bahaya narkoba bukan hanya soal kesehatan, tapi juga ekonomi dan keharmonisan keluarga.

“Ketergantungan narkoba bisa menghancurkan kehidupan, bahkan mendorong seseorang ke tindakan kriminal,” tegasnya.

Kegiatan KKL ini semakin hidup dengan sesi dialog interaktif. Mahasiswa tak ragu melontarkan pertanyaan kritis, mulai dari pencegahan, rehabilitasi, hingga peran ilmu psikologi dalam menangani penyalahgunaan narkotika.

Antusiasme ini menjadi sinyal kuat: generasi muda siap jadi garda terdepan!

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Sinergi antara kampus dan BNN pun diyakini mampu melahirkan program edukasi yang lebih masif dan efektif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!