Tangis Haru Warnai Keberangkatan Haji Salatiga, 1 Calhaj Tertunda Berangkat ke Tanah Suci

Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Suasana haru menyelimuti pemberangkatan calon jemaah haji (calhaj) Kota Salatiga tahun 2026. Di tengah semangat ratusan jemaah yang bersiap menunaikan rukun Islam kelima, terselip kabar yang mengundang empati: satu calon jemaah harus menunda keberangkatannya ke Tanah Suci.

Penundaan ini terjadi setelah hasil pemeriksaan kesehatan di embarkasi menunjukkan bahwa jemaah tersebut belum memenuhi syarat istitaah atau kelayakan kesehatan untuk berhaji. Keputusan ini pun diambil demi keselamatan jemaah selama menjalani rangkaian ibadah di Arab Saudi yang dikenal cukup menguras fisik.

Kisah yang menyentuh pun datang dari pasangan suami istri tersebut. Sang suami tetap diberangkatkan bersama rombongan, sementara sang istri harus bersabar menunggu hingga kondisi kesehatannya membaik.

Baca Juga:  Muh Haris Siap Kawal Lintas Sektor: Indonesia di Ambang Sejarah, Saatnya Menjadi Menjadi Pemimpin Dunia Energi Panas Bumi 2029

Kepala Kantor Haji dan Umrah Salatiga, Maria Ulfa, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk perlindungan terhadap jemaah.

“Penundaan dilakukan demi keselamatan jemaah. Jika hasil pemeriksaan berikutnya sudah dinyatakan istitaah, maka yang bersangkutan bisa diberangkatkan pada kesempatan selanjutnya,” jelasnya.

Meski ada satu yang tertunda, total 217 calon jemaah haji asal Salatiga tetap diberangkatkan tahun ini. Mereka tergabung dalam Kloter 24 bersama jemaah dari Kota Semarang.

Dari jumlah tersebut, terdiri atas 94 jemaah laki-laki dan 123 jemaah perempuan. Keberagaman usia pun tampak jelas, mulai dari yang paling muda hingga lanjut usia.

Baca Juga:  Kolaborasi Melayani Masyarakat, Muh. Haris Temui Pengurus PKS se-Dapil Jateng 1

Empat jemaah termuda tercatat berusia 25 tahun, yakni Taufik Aris Kurniawan, M. Najjih, Nabila Syaifudin, dan Sania Fitriyatul Muslihah. Sementara itu, jemaah tertua adalah Sunarto Wasito Redjo yang telah berusia 84 tahun menjadi bukti kuatnya tekad untuk memenuhi panggilan ibadah.

Rombongan calhaj diberangkatkan dari halaman Pemerintah Kota Salatiga pada Selasa sore (28/4/26). Sebanyak lima bus disiapkan untuk mengantar mereka menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali, sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.

Ribuan keluarga tampak memadati area luar gerbang kompleks Pemkot Salatiga. Mereka datang untuk mengantar sekaligus melepas orang-orang tercinta yang akan menempuh perjalanan spiritual penuh makna.

Baca Juga:  Polres Salatiga Musnahkan 2944 Botol Miras, Ratusan Liter Tuak dan 314 Knalpot Brong

Tangis haru pun tak terbendung saat bus mulai bergerak perlahan meninggalkan lokasi. Lambaian tangan, pelukan terakhir, hingga doa-doa lirih mengiringi keberangkatan para tamu Allah tersebut.

Harapan besar pun tersemat dari keluarga yang ditinggalkan. Mereka mendoakan agar seluruh jemaah diberikan kesehatan, kemudahan dalam menjalankan ibadah, serta dapat kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.

Di balik kebahagiaan keberangkatan ini, kisah satu jemaah yang tertunda menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya soal kesiapan hati, tetapi juga kesiapan fisik yang harus benar-benar terpenuhi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!