Target Zero Accident! Ratusan TKBM Tanjung Perak Jalani Refreshment K3, Keselamatan Jadi Prioritas

Laporan: Iswahyudi Artya

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kini bukan lagi sekadar aturan tertulis di lingkungan pelabuhan, melainkan telah menjadi budaya kerja utama yang wajib diterapkan seluruh pekerja di kawasan operasional Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Komitmen kuat itu ditegaskan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui pelaksanaan Refreshment Training K3 bagi 835 Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang digelar bersama TPK Berlian dan Koperasi TKBM Tanjung Perak.

Pelatihan yang berlangsung sejak 30 April hingga 7 Mei 2026 tersebut dibagi dalam enam batch guna memastikan seluruh pekerja mendapatkan pemahaman mendalam terkait standar keselamatan kerja di area pelabuhan yang dikenal memiliki risiko tinggi.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar menegaskan, implementasi budaya K3 menjadi prioritas utama perusahaan demi melindungi seluruh pekerja yang beraktivitas di area pelabuhan.

Baca Juga:  Kapolda Jatim Turun Langsung Awasi Proses Pencarian Korban Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali

Menurutnya, keselamatan kerja bukan sekadar kepatuhan terhadap prosedur perusahaan, melainkan bentuk tanggung jawab moral terhadap keluarga para pekerja.

“Pelaksanaan refreshment K3 ini bertujuan menjaga keselamatan seluruh pekerja di area pelabuhan. Bagi Pelindo, konsistensi implementasi K3 adalah budaya kerja yang tidak bisa ditawar,” ujar Achmad Muchtasyar, Kamis (8/5/2026).

Suasana pelatihan berlangsung serius. Para peserta mendapatkan pembekalan lengkap mengenai sembilan poin utama Corporate Life Saving Rules (CLSR) yang menjadi standar keselamatan kerja di lingkungan Pelindo.

Materi yang diberikan mencakup prosedur bekerja di restricted area, kewajiban penggunaan life jacket di area perairan, tata cara penanganan dangerous goods atau barang berbahaya, hingga penerapan sistem Lock Out Tag Out (LOTO) saat proses perbaikan alat.

Terminal Head TPK Berlian, Burhanudin menjelaskan, aktivitas bongkar muat petikemas memiliki tingkat risiko tinggi karena melibatkan alat berat serta mobilitas operasional yang sangat padat.

Baca Juga:  Resmi! Muthoin Jadi Sekda Salatiga, Robby Hernawan Tekankan Birokrasi Harus Profesional dan Solid

Karena itu, menurutnya, disiplin terhadap prosedur keselamatan tidak boleh diabaikan sedikit pun.

“Tidak ada ruang kompromi terhadap keselamatan kerja. Kami ingin seluruh pekerja dapat bekerja dengan aman dan kembali ke rumah dalam kondisi sehat serta selamat,” tegas Burhanudin.

Salah satu materi yang paling mendapat perhatian peserta adalah pelatihan mengenai bahaya blind spot atau titik buta pada alat berat seperti Reach Stacker, Rubber Tyred Gantry (RTG), hingga truk petikemas.

Melalui simulasi visual, pekerja diperlihatkan bagaimana keterbatasan pandangan operator alat berat dapat memicu kecelakaan fatal apabila pekerja lapangan tidak mematuhi prosedur keselamatan.

Para TKBM pun diingatkan agar selalu berada di jalur pedestrian, menjaga jarak aman dari alat berat, serta tidak menggunakan handphone maupun earphone saat berada di area operasional pelabuhan.

Baca Juga:  Menantang Mitos Pohon Durian Tidak Bisa Tumbuh di Grobogan, Heru Bawor Berani Budidayakan Durian Bawor di Desa Dempel

Ketua Koperasi TKBM Tanjung Perak, Eko Iswahyuono memberikan apresiasi atas langkah TPK Berlian dan Pelindo dalam memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan pelabuhan.

Menurutnya, kesamaan pemahaman antara operator alat berat dan pekerja lapangan menjadi faktor penting untuk menciptakan operasional pelabuhan yang aman sekaligus efisien.

“Kami mendukung penuh kegiatan refreshment safety induction dan blind spot ini karena keselamatan kerja menjadi fondasi utama operasional pelabuhan,” ujar Eko.

Melalui program tersebut, Pelindo bersama TPK Berlian berharap seluruh pekerja semakin disiplin menerapkan budaya K3 serta memiliki keberanian untuk saling mengingatkan apabila menemukan unsafe action maupun unsafe condition di area terminal.

Dengan penguatan budaya keselamatan kerja dan sinergi seluruh elemen pekerja, Pelindo optimistis target Zero Accident dapat terus dipertahankan demi mendukung operasional logistik nasional yang aman, lancar, dan terpercaya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!