Laporan: Iswahyudi Artya

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali membuktikan komitmennya dalam mendukung ketahanan energi nasional dengan menjadi mitra strategis dalam proyek gas laut dalam Gendalo Gandang. Kolaborasi ini diresmikan melalui kick-off meeting yang digelar di Gedung Rektorat ITS pada Jumat (22/11/2024).

Baca Juga:  Perangi Narkoba Tanpa Ampun! 41 Kasus Narkotika Diungkap Selama Januari 2026

Proyek ini menjadi bagian penting dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Jogo Jawa Timur! Kapolda Jatim Irjen Nanang Pantau Pengamanan Imlek di Jantung Kota Malang

Proyek Gendalo Gandang, yang berlokasi di Selat Makassar, Kalimantan Timur, terdiri dari dua lapangan gas utama: Gendalo dan Gandang. Terletak di kedalaman perairan antara 1.060 hingga 1.820 meter, proyek ini dirancang untuk menghasilkan gas hingga 510 juta standar kaki kubik gas per hari (MMscfd).

Baca Juga:  WNA Jadi Korban Kejahatan di Bali, Kemenpar dan Polisi Perkuat Sinergi

Gas yang dihasilkan akan diproses melalui Floating Production Unit (FPU) Jangkrik dan disalurkan ke fasilitas pengolahan di Bontang, dengan target operasi pada akhir tahun 2027.

Baca Juga:  Cek Posyan dan Pospam, Kapolda Jatim Tekankan Pelayanan Maksimal untuk Pemudik

Deputi Eksploitasi SKK Migas, Wahju Wibowo Djasmari, menjelaskan bahwa kolaborasi ini melibatkan sejumlah pihak, termasuk perusahaan migas Italia ENI dan Institut Teknologi Bandung (ITB). “Kolaborasi ini tidak hanya mendukung percepatan proyek, tetapi juga memperkuat ekosistem teknologi nasional serta menjadi sarana untuk transfer pengetahuan dan teknologi,” ujarnya dalam sambutannya.

Baca Juga:  Lewat #RiseAndSpeak, Polwan Ajak Santri Salatiga Berani Bicara dan Berkarya

Rektor ITS, Prof. Ir. Bambang Pramujati, ST, MSc Eng, PhD, menyampaikan bahwa peran ITS sangat vital dalam memastikan keberlanjutan proyek ini, serta meningkatkan kapabilitas teknologi nasional melalui penggunaan produk lokal dan kepatuhan terhadap regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Baca Juga:  Mahasiswa S-3 BK Unesa Berpartisipasi di World Counseling Conference 2025, Perluas Jaringan Internasional

Dengan keterlibatan kami dalam proyek ini, ITS dapat memberikan kontribusi penting dalam pengembangan teknologi laut dalam yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Polsek Asemrowo Gerebek Kuli Bangunan Terlibat Judi Online di Area Hotel

Proyek Gendalo Gandang juga menjadi peluang bagi mahasiswa dan dosen ITS untuk terlibat langsung dalam riset dan pengembangan teknologi subsea, proses gas, dan keselamatan.

Baca Juga:  Daop 8 Surabaya Catat Kenaikan Penumpang, Tutup 2025 dengan Capaian Positif

Koordinator Tim Ahli ITS, Prof. Dr. Ketut Buda Artana, ST, MSc, menegaskan bahwa proyek ini tidak hanya memberikan dukungan teknis, tetapi juga kesempatan untuk membangun kompetensi nasional dalam industri migas. “Ini adalah langkah strategis dalam membangun kapasitas SDM Indonesia yang kompeten dan siap bersaing di tingkat global,” katanya.

Baca Juga:  Puluhan Ribu Sekolah di Zona Merah, DPRD Jatim Desak SPAB Masuk Kurikulum Wajib

Proyek ini juga akan melibatkan sekitar 25 akademisi dari ITS yang akan berfungsi sebagai Subject Matter Experts (SME) dalam berbagai bidang, mulai dari fasilitas subsea hingga otomasi dan keselamatan proses. Melalui proyek ini, para akademisi akan dapat meningkatkan pengetahuan mereka dengan standar internasional, yang nantinya akan diimplementasikan dalam pengembangan sumber daya manusia lokal.

Baca Juga:  Doa Bersama untuk Affan Kurniawan, Polres Salatiga Gelar Sholat Gaib dan Jumat Berkah

Dengan investasi yang diperkirakan mencapai 60,4 triliun rupiah, proyek ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi Indonesia, mendukung swasembada energi, dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar migas global. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan industri akan menjadi kunci utama dalam memastikan kesuksesan proyek Gendalo Gandang dan memberikan dampak positif bagi pengembangan energi nasional yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Sebanyak 234 Pelajar Jawa Timur Dikukuhkan Jadi Duta Kamtibmas: Generasi Emas Penjaga Perdamaian Sekolah

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat membawa Indonesia menuju ketahanan energi yang lebih baik, serta menciptakan lapangan kerja dan peluang ekonomi baru di sektor energi,” tutup Prof. Bambang. (*)