Laporan: Budi Santoso

NGAWI | SUARAGLOBAL.COM — Aksi nekat dan membahayakan dilakukan tiga pelajar SMK di Kabupaten Ngawi. Diduga berada di bawah pengaruh minuman keras, ketiganya melakukan pelemparan terhadap kendaraan yang melintas di Jalan Raya Ngawi–Caruban, tepatnya di Desa Kwadungan Lor, Kecamatan Padas, Sabtu (15/05/2026).

Perbuatan para remaja tersebut membuat pengendara panik dan nyaris memicu kecelakaan lalu lintas di jalur utama penghubung Ngawi–Caruban itu. Salah satu kendaraan yang menjadi sasaran pelemparan adalah bus Dinata Trans bernomor polisi K 7655 OD.

Akibat lemparan benda keras itu, kaca depan bagian kanan bus pecah berantakan. Sopir bus, Yuda Prianugraha (30), warga Desa Kedungmiri, Kecamatan Karangjati, Ngawi, mengalami luka di bagian wajah setelah terkena serpihan kaca yang pecah saat bus sedang melaju.

Insiden tersebut sontak membuat suasana di dalam bus mencekam. Beruntung sopir masih mampu mengendalikan kendaraan sehingga tidak terjadi kecelakaan yang lebih fatal maupun korban tambahan dari para penumpang.

Usai kejadian, korban segera melaporkan aksi pelemparan itu ke Mapolsek Padas. Polisi yang menerima laporan langsung bergerak cepat melakukan penelusuran di sekitar lokasi kejadian.

Tak membutuhkan waktu lama, petugas berhasil mengamankan tiga remaja yang diduga sebagai pelaku. Ketiganya diketahui masih berstatus pelajar SMK dan masih di bawah umur.

Masing-masing pelaku berinisial A (16), warga Kecamatan Padas, serta Y (16) dan V (16), warga Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi.

Ketiga pelajar tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Padas guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mendalami dugaan pengaruh minuman keras yang disebut menjadi pemicu aksi brutal para remaja tersebut.

Selain melempari bus, pelaku diduga juga sempat melempari kendaraan truk yang melintas di jalur tersebut. Aksi itu dinilai sangat berbahaya karena dapat mengancam keselamatan pengguna jalan lain, terutama pada malam hari saat arus kendaraan masih cukup ramai.

Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait motif lengkap para pelaku maupun langkah hukum yang akan diambil. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang ikut terlibat dalam aksi pelemparan tersebut.

Sementara itu, kondisi sopir bus dilaporkan mengalami luka pada bagian wajah akibat serpihan kaca, meski belum ada penjelasan rinci mengenai tingkat luka yang dialami korban.

Kasus ini kini masih dalam proses penyidikan aparat kepolisian untuk memastikan kronologi lengkap kejadian sekaligus menentukan tindak lanjut penanganan terhadap para pelaku yang masih berusia remaja. (*)