Laporan: Tambah Santosa

KUDUS | SUARAGLOBAL.COM – Niat menikmati indahnya matahari terbit di kawasan pegunungan justru berubah menjadi pengalaman mencekam bagi seorang mahasiswa asal Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Pendaki muda bernama Jonatan (20) terjatuh ke jurang sedalam sekitar 300 meter di jalur pendakian arah Argopiloso, Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kamis (14/5/2026) pagi.

Beruntung, korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah tim gabungan melakukan proses pencarian dan evakuasi dramatis selama berjam-jam di medan terjal pegunungan.

Peristiwa tersebut bermula saat korban bersama dua rekannya berangkat dari rumah sekitar pukul 03.00 WIB menuju kawasan Rejenu. Mereka berencana mendaki untuk menikmati panorama sunrise dari kawasan Argopiloso yang dikenal memiliki pemandangan alam memukau.

Namun perjalanan yang awalnya penuh semangat berubah menjadi petaka ketika rombongan melintasi jalur tanjakan di atas Pos IV. Diduga karena kelelahan, Jonatan kehilangan keseimbangan saat melewati jalur berakar dan licin.

Korban kemudian terpeleset dan terperosok masuk ke jurang dengan kedalaman diperkirakan mencapai 300 meter.

Salah satu rekannya yang panik langsung berusaha memanggil korban dari atas tebing. Beruntung, Jonatan masih memberikan respons dari dasar jurang, menandakan dirinya masih hidup meski mengalami luka-luka.

Sementara itu, satu rekan lainnya bergegas turun menuju kawasan Rejenu untuk meminta bantuan warga sekitar. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke perangkat Desa Japan dan Polsek Dawe.

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Dawe AKP Jajang Wiwoko mengatakan, pihak kepolisian bersama tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi usai menerima laporan kejadian.

Tim penyelamat terdiri dari personel Polsek Dawe, relawan Destana Desa Japan, BPBD Kudus, hingga Basarnas Jepara.

“Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB dalam kondisi selamat. Namun proses evakuasi berlangsung cukup lama karena medan sangat terjal dan sulit dijangkau,” ujar AKP Jajang, Sabtu (16/5/2026).

Ia menjelaskan, proses penyelamatan baru selesai sekitar pukul 18.00 WIB setelah tim gabungan berjibaku mengevakuasi korban dari dasar jurang menuju lokasi aman.

Dalam insiden tersebut, Jonatan mengalami sejumlah luka cukup serius, di antaranya luka robek pada bagian belakang kepala, memar di kaki kiri, serta luka di bagian leher dan bibir akibat benturan saat terjatuh.

Usai berhasil dievakuasi, korban langsung dilarikan ke RSUD Kudus guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Polisi menduga kecelakaan terjadi akibat korban kurang berhati-hati serta mengalami kelelahan saat mendaki di jalur yang cukup ekstrem.

Kapolsek Dawe juga mengingatkan masyarakat, khususnya para pendaki, agar selalu memperhatikan kondisi fisik sebelum melakukan aktivitas pendakian.

“Kami mengimbau agar pendaki mempersiapkan diri dengan matang, tidak memaksakan diri saat tubuh lelah, dan tetap berhati-hati terutama di jalur rawan dan curam,” pungkasnya. (*)