Kolaborasi Hebat di Kenjeran! Polisi Gandeng Petani dan PPL Wujudkan Panen Jagung Berlimpah Hingga Turunkan Alat Berat

Laporan: Ninis Indrawati
SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam mendukung Program Ketahanan Pangan yang digagas Polda Jawa Timur terus diwujudkan melalui berbagai langkah konkret di lapangan. Salah satunya dengan mempercepat pengolahan lahan pertanian jagung pascapanen menggunakan alat berat ekskavator di wilayah Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Surabaya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk memastikan lahan pertanian dapat segera kembali ditanami sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga dan kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Di tengah tantangan ketahanan pangan yang semakin kompleks, sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas produksi pangan, khususnya komoditas jagung yang menjadi salah satu bahan pangan penting.
Kegiatan pengolahan lahan tersebut dilaksanakan oleh personel penggerak ketahanan pangan Polsek Kenjeran dengan melibatkan sejumlah pihak terkait, di antaranya Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian Kota Surabaya, Kelompok Tani (Poktan) Nandur Makmur, serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Surabaya.
Penggunaan alat berat ekskavator dipilih karena mampu mempercepat proses penggemburan tanah dan penataan lahan pascapanen. Dengan kondisi lahan yang lebih siap dan struktur tanah yang lebih baik, proses penanaman berikutnya dapat dilakukan lebih cepat sekaligus meningkatkan peluang pertumbuhan tanaman jagung secara optimal.
Selain mempercepat pekerjaan yang biasanya membutuhkan waktu lebih lama jika dilakukan secara manual, penggunaan ekskavator juga membantu menciptakan kondisi lahan yang lebih ideal bagi perkembangan akar tanaman dan penyerapan unsur hara.
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam program ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap agenda nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan petani.
“Pengolahan lahan ini dilakukan secara maksimal melalui sinergi dengan berbagai pihak. Kami ingin memastikan lahan benar-benar siap untuk ditanami kembali sehingga target masa tanam dapat tercapai lebih cepat dan hasil panen nantinya lebih optimal,” ujar Iptu Suroto.
Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak saja. Diperlukan kerja sama lintas sektor agar seluruh tahapan mulai dari persiapan lahan, penanaman, perawatan hingga panen dapat berjalan efektif.
Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta kelompok tani menjadi bukti bahwa upaya menjaga ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi hasil pertanian, tetapi juga bagaimana semua pihak dapat bekerja sama menciptakan sistem pertanian yang produktif, efisien, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Program percepatan pengolahan lahan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, terutama para petani yang selama ini menjadi ujung tombak produksi pangan di kawasan perkotaan.
Dengan masa tanam yang lebih cepat, petani memiliki peluang untuk meningkatkan frekuensi panen serta memperoleh hasil yang lebih baik. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat membantu meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat perekonomian masyarakat sekitar.
Ke depan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak berharap optimalisasi lahan pertanian yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menjaga ketersediaan pangan di Kota Surabaya. Dukungan sarana pertanian, pendampingan teknis, serta sinergi antarlembaga diharapkan mampu memperkuat keberhasilan Program Ketahanan Pangan yang menjadi salah satu prioritas Polda Jawa Timur.
Dengan turunnya alat berat ke lahan pertanian, semangat gotong royong antara aparat dan masyarakat kembali terlihat nyata. Bukan hanya menjaga keamanan wilayah, kepolisian kini juga hadir mengawal ketahanan pangan demi mewujudkan panen yang lebih melimpah dan kesejahteraan petani yang semakin meningkat. (*)








Tinggalkan Balasan