Laporan: Ninis Indrawati

MALANG | SUARAGLOBAL.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Malang Raya pada Rabu sore (29/01) mengakibatkan longsor besar di tebing tepi Jalan Raya Abdul Manan Wijaya, Dusun Talasan, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Material longsor menutup total jalur provinsi yang menghubungkan Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Kediri, menyebabkan kemacetan panjang di lokasi.

Material longsor berupa tanah bercampur pohon bambu menutupi jalan dengan ketinggian sekitar 20 meter dan lebar 10 meter, membuat kendaraan tak bisa melintas. Namun, tim gabungan dari Polres Batu, TNI, BPBD, dan masyarakat setempat segera bergerak cepat membersihkan material longsor dan menerapkan sistem buka-tutup untuk mengurai kemacetan.

Baca Juga:  60 Tahun Hubungan Bilateral Jepang - RI, Sedikitnya 5 Miliar Dollar AS Investasi Jepang di Indonesia

Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, mengatakan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan tim gabungan begitu menerima laporan dari warga.

\”Kami langsung berkoordinasi dengan masyarakat dan aparat gabungan untuk membersihkan material longsor. Respons cepat ini bagian dari komitmen kami dalam melayani masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti bencana,\” ujar AKBP Andi Yudha.

Baca Juga:  Tembus Medan Ekstrem, Polres Jember dan Raung Offroad Antar Bantuan Hingga Pelosok Sukorambi

Longsor terjadi sekitar pukul 16.10 WIB, diduga akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari. Wakapolsek Pujon, Iptu M. Huda, memimpin langsung pengaturan lalu lintas dengan menerapkan sistem buka-tutup agar kendaraan tetap bisa melintas meskipun kondisi jalan masih terbatas.

\”Kami mengimbau pengguna jalan agar tetap berhati-hati dan bersabar selama proses pembersihan berlangsung. Saat ini kami masih menunggu alat berat untuk mempercepat evakuasi sisa material longsor di tepi jalan,\” jelas Iptu Huda.

Baca Juga:  Detik-Detik Mencekam Sebuah Truk Trailer Terseret Kereta di Perlintasan Kaligawe Semarang, Ini Jelasnya

Kapolres Batu menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski demikian, pihaknya meminta masyarakat yang sering melintas di jalur ini agar lebih waspada, mengingat kondisi cuaca masih berpotensi memicu longsor susulan.

\”Kami meminta masyarakat untuk selalu memperhatikan tanda-tanda bahaya seperti retakan tanah atau pergerakan lereng dan segera melaporkannya kepada aparat setempat agar dapat segera ditangani,\” tambahnya.

Baca Juga:  Menembus Desa, Merajut Asa: Dandim Jepara Gandeng Komunitas Runner Jelajahi Hasil TMMD Lewat Fun Run 12,4 KM

Berkat kerja sama yang sigap antara aparat dan warga, dampak lebih besar dari longsor ini berhasil diminimalisir. Tim gabungan akan terus memantau lokasi untuk memastikan keamanan pengguna jalan hingga proses pembersihan selesai sepenuhnya. (*)