Aklamasi di Konfercab VII, Gus Rosyid Nahkodai GP Ansor Salatiga Menuju Era Inovasi

Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM — Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Salatiga berhasil menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-VII di Aula Pondok Pesantren Al Falah, Sidomukti, pada Minggu (11/01/2026). Forum strategis empat tahunan tersebut menghasilkan keputusan penting berupa terpilihnya H. Abdul Rosyid sebagai Ketua PC GP Ansor Kota Salatiga masa bakti 2026–2030.

Pemilihan berlangsung secara aklamasi setelah seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) hingga Pimpinan Ranting memberikan dukungan penuh. Aklamasi ini disebut sebagai bukti konsolidasi internal yang solid sekaligus wujud kepercayaan kader terhadap sosok Abdul Rosyid untuk membawa GP Ansor Salatiga ke fase baru.

Konfercab Digelar Lebih Awal

Ketua PC GP Ansor periode 2022–2026, Fakhrustiqlal, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Konfercab kali ini dilakukan lebih awal dari jadwal melalui rangkaian Pra-Konfercab yang matang serta terukur.

Baca Juga:  Polres Nganjuk Gencarkan Razia Balap Liar dan Knalpot Brong Demi Ketertiban Ramadan

“Tujuan utama Konfercab ini adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban, pemilihan ketua baru, serta penyusunan program kerja strategis untuk periode empat tahun ke depan,” ujar pria yang akrab disapa Fahru itu.

Selain itu, dirinya kembali mengingatkan bahwa orientasi organisasi harus selalu ditempatkan di atas kepentingan individu.

“Siapapun yang meneruskan, lihatlah Ansor-nya, bukan sekadar figurnya, agar dapat diterima oleh semua lapisan,” tegasnya.

Tantangan Baru untuk Kepemimpinan Baru

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tanfidziah PCNU Kota Salatiga, K. Muslih, turut menyampaikan pesan strategis kepada kepengurusan yang akan datang. Menurutnya, tantangan GP Ansor mendatang tidak hanya berhubungan dengan kaderisasi, namun juga dinamika sosial, kebangsaan, serta isu-isu baru seperti digitalisasi dan ekonomi.

Baca Juga:  “Mata Hati Tak Pernah Buta”: Pemasyarakatan NTT Hadirkan Kasih untuk Penyandang Tunanetra di Kupang

“GP Ansor adalah salah satu kekuatan utama dalam siasah Nahdlatul Ulama. Diperlukan sinergi dan komunikasi yang kuat antar badan otonom (Banom) agar perjuangan kita tetap selaras,” ujarnya.

K. Muslih menegaskan bahwa pemimpin Ansor ke depan harus memiliki sifat konsisten dan koheren agar mampu menjaga marwah organisasi.

Platform Nasional: BISA sebagai Arah Gerak

Wasekjen Korwil 8 Jateng–DIY Pimpinan Pusat GP Ansor, Ibnu Ngakil, ikut memberikan arahan tentang arah kebijakan organisasi di tingkat nasional. Ia memperkenalkan platform “BISA” yang digagas Ketua Umum PP GP Ansor, H. Addin Jauharuddin.

Platform tersebut meliputi:

B — Bisnis & Ekonomi: Penguatan kemandirian ekonomi kader

I — Inovasi Teknologi & Media: Adaptasi terhadap perkembangan digital

S — Sumber Daya Manusia: Peningkatan kualitas SDM kader

Baca Juga:  Semarak 80 Tahun Jatim: DPRD Rayakan dengan Wayang Purbo Asmoro, Srimulat, dan Seribu Sembako untuk Warga

A — Akselerasi Program Kebangsaan & Keummatan

“Ketua terpilih harus mampu meneruskan prestasi yang sudah ada sekaligus menciptakan terobosan baru. Tantangan kita ke depan akan terus berkembang dalam berbagai bentuk,” ujarnya.

GP Ansor Salatiga Menuju Era Inovasi

Dengan terpilihnya H. Abdul Rosyid, PC GP Ansor Kota Salatiga memasuki babak baru dalam agenda penguatan kepemudaan Nahdlatul Ulama. Publik berharap kepengurusan 2026–2030 mampu memainkan peran kunci dalam ruang sosial-keagamaan, literasi teknologi, pemberdayaan ekonomi, serta menjaga tradisi moderasi dan toleransi yang menjadi ciri khas Kota Salatiga.

Konfercab VII ditutup dengan seruan kebersamaan dan optimisme bahwa GP Ansor Salatiga akan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai perjuangan Aswaja an-Nahdliyah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!