Anak Piatu Terpinggirkan di Bulan Ramadhan, Tim Redaksi MSN Minta Pemerintah Beri Perhatian Setara

Laporan: Rizky Zulianda

MEDAN | SUARAGLOBAL.COM – Fenomena ketimpangan dalam pemberian santunan sosial di bulan suci Ramadhan kembali disorot. Tim Redaksi Media Siber Nusantara (MSN), bersama pemerhati sosial dan aktivis, menyoroti nasib anak piatu yang kerap terpinggirkan dalam berbagai program bantuan.

Pimpinan Umum MSN, Bung Joe Sidjabat, menegaskan bahwa anak piatu seharusnya memiliki hak yang sama dengan anak yatim dalam memperoleh perhatian dan bantuan dari pemerintah, khususnya Pemerintah Kota Medan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Dalam pernyataannya pada Sabtu, 22 Maret 2025, Bung Joe yang didampingi oleh Pimpinan Perusahaan MSN, Rahma, SE, sekaligus seorang penggiat sosial, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi anak piatu yang sering kali terabaikan.

Baca Juga:  SD Muhammadiyah 29 Surabaya Gelar Raker dan Family Gathering: Sinergi untuk Pendidikan Berkualitas

Menurutnya, dalam praktiknya, bantuan sosial di bulan Ramadhan lebih banyak ditujukan kepada anak yatim, sementara anak piatu—yang kehilangan ibu mereka—tidak mendapatkan perlakuan yang sama. Padahal, banyak di antara mereka yang juga mengalami kesulitan hidup yang tidak kalah berat.

Baca Juga:  Posyan Rasa IKN di Probolinggo! Pemudik Dimanjakan Ngopi, Karaoke, hingga Bengkel Gratis

“Anak piatu memiliki hak yang sama dengan anak yatim untuk mendapatkan bantuan dan perhatian. Kadang kehidupan mereka lebih sulit—ditinggalkan begitu saja tanpa kepastian dari orang tua yang seharusnya melindungi mereka. Ada yang terpaksa hidup menumpang, bahkan terjerumus ke jalanan untuk mengemis demi bertahan hidup,” ujar Bung Joe dengan nada prihatin.

Baca Juga:  Operasi Aman Suro 2025, Polres Madiun Kota Gencarkan Patroli Gabungan untuk Jaga Kamtibmas di Tengah Tradisi

Ia pun meminta agar pemerintah dan para dermawan lebih peka terhadap kondisi ini, serta segera mengambil langkah konkret untuk memberikan bantuan yang adil bagi seluruh anak yang membutuhkan.

“Kita harus memastikan mereka tidak terpinggirkan, tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif, dan memiliki masa depan yang lebih baik. Jangan sampai mereka menjadi generasi yang terlupakan akibat ketidakpedulian kita,” tutupnya dalam wawancara dengan awak media. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!