Antusias Warga Membludak! Pasar Murah Polres Ngawi Jadi Solusi Sembako Terjangkau
Laporan: Budi Santoso
NGAWI | SUARAGLOBAL.COM – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, kepolisian turun langsung membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga bahan pokok. Melalui program pasar murah Ramadan, Polres Ngawi membuka akses kebutuhan pangan dengan harga terjangkau bagi warga.
Kegiatan pasar murah tersebut digelar di halaman Markas Polres Ngawi, Jumat (6/3/2026). Sejak pagi hari, masyarakat tampak memadati lokasi untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok yang dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.
Program ini diprakarsai oleh Kapolres Ngawi Prayoga Angga Widyatama sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi masyarakat selama bulan suci Ramadan sekaligus menjelang Lebaran.
Suasana halaman Polres Ngawi terlihat ramai. Warga dari berbagai wilayah datang membawa tas belanja dan kantong untuk membeli bahan pokok seperti beras, minyak goreng, telur hingga cabai.
Pasar murah ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko yang hadir bersama unsur Forkopimda, termasuk jajaran Kodim 0805 Ngawi serta instansi terkait lainnya.
Kehadiran para pejabat daerah tersebut menunjukkan dukungan terhadap langkah Polres Ngawi dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama bulan Ramadan.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama mengatakan kegiatan pasar murah ini bukan sekadar program sosial, tetapi juga bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan di wilayah Kabupaten Ngawi.
Menurutnya, menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, permintaan bahan pokok biasanya meningkat tajam sehingga berpotensi memicu kenaikan harga di pasaran.
“Melalui kegiatan pasar murah ini kami berharap dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, khususnya selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri. Selain itu kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Polres Ngawi dalam mendukung stabilitas harga pangan di wilayah Kabupaten Ngawi,” ujar AKBP Prayoga.
Untuk memastikan seluruh masyarakat yang hadir bisa mendapatkan kebutuhan pokok, panitia juga menerapkan pembatasan jumlah pembelian.
Langkah ini dilakukan karena stok bahan pangan yang disediakan terbatas, sehingga pembelian harus diatur agar tidak diborong oleh segelintir orang.
Adapun batas maksimal pembelian bagi setiap warga yang hadir antara lain:
Beras SPHP maksimal 2 bungkus @5 kg
Minyakita maksimal 3 pcs @2 liter
Gula maksimal 2 kg
Telur maksimal 2 kg
Daging/ayam maksimal 2 kg
Lele maksimal 2 kg
Bawang merah maksimal 1 kg
Bawang putih maksimal 1 kg
Cabe rawit maksimal 1 kg
Beras premium maksimal 2 pcs @5 kg
Harapan untuk Ramadan dan Lebaran
Dengan adanya pasar murah ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih bersahabat.
Selain membantu warga, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menekan gejolak harga di pasar tradisional selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Program ini pun menjadi bukti sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan berbagai instansi dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus membantu masyarakat menghadapi momen penting menjelang Lebaran. (*)



Tinggalkan Balasan