Awali Tahun 2026, Wali Kota Robby Konsolidasikan Camat–Lurah Satukan Arah Guna Bangun Salatiga 

Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM — Mengawali tahun 2026 Pemerintah Kota Salatiga melakukan konsolidasi besar bersama seluruh pemangku kewilayahan. Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG, mengundang seluruh camat dan lurah se-Kota Salatiga untuk mengikuti pembinaan dan rapat koordinasi di Ruang Kerja Wali Kota pada Rabu (07/01/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan arah gerakan pembangunan di tingkat kelurahan hingga kecamatan sehingga efektivitas program pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dalam arahannya, Wali Kota Robby menggarisbawahi perlunya peningkatan kinerja dan penajaman inovasi pada 2026. Menurutnya, inovasi program tidak boleh dilepaskan dari kondisi dan karakter masing-masing wilayah agar implementasi tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal.

Baca Juga:  Muh Haris Siap Kawal Lintas Sektor: Indonesia di Ambang Sejarah, Saatnya Menjadi Menjadi Pemimpin Dunia Energi Panas Bumi 2029

“Saya kumpulkan hari ini agar di tahun 2026 kita dapat berkinerja dengan baik, satu tujuan untuk membangun Kota Salatiga dan menyejahterakan warganya. Kita sepakat untuk sinergis, kolaborasi dalam memajukan pembangunan wilayah,” tegas Robby.

Robby menyampaikan bahwa selama ini Salatiga memiliki banyak potensi yang belum tergarap maksimal akibat kurangnya penanganan dan pendampingan struktur kewilayahan. Ia kemudian memetakan beberapa program prioritas yang harus mulai divenaikkan di tingkat kelurahan, di antaranya:

Program Prioritas yang Ditekankan Wali Kota

Inventarisasi aset wilayah

Penanganan dan pengolahan sampah

Pelaksanaan program pemerintah seperti:

KDKMP

Inventarisasi SPPG (bukan hanya operasional tetapi juga kualitas pelayanan)

Program ketahanan dan kedaulatan pangan

Baca Juga:  Gagal Bertarung, Arena Sabung Ayam di Tulungagung Digerebek Polisi

Penguatan estetika kota melalui Program Anggrekisasi

bertajuk “Salatiga Sejuta Anggrek”

Pendataan UMKM dan level pendampingannya

termasuk sektor ekonomi kreatif

Pemetaan potensi wisata kewilayahan

Robby menegaskan bahwa pendataan tersebut diperlukan sebagai dasar untuk menyusun intervensi yang lebih tepat pada 2026, terutama terkait pengembangan wilayah dan kesejahteraan masyarakat.

Wali Kota Siap Berkantor di Kelurahan Setiap Kamis

Dalam kesempatan yang sama, Robby juga menyampaikan inovasi baru terkait pola komunikasi kewilayahan. Mulai 2026 dirinya akan berkantor di kelurahan secara bergantian setiap hari Kamis.

Kehadiran pimpinan daerah di tingkat kelurahan diharapkan dapat:

Mempercepat respons kebijakan, memperpendek birokrasi, dan membuka kanal aduan masyarakat secara langsung.

Selain itu Pemkot juga akan menyiapkan apresiasi khusus bagi kelurahan yang mampu mengelola sampah dengan baik sebagai bentuk insentif dan kompetisi sehat antarwilayah.

Baca Juga:  Bank Jatim Perkuat Fasilitas Olahraga Bangkalan Lewat CSR Pengecatan Dinding Gor Sultan Abdul Kadirun

Bangun Kedekatan Tanpa Sekat

Momentum pertemuan tersebut juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan personal antara wali kota, camat, dan lurah. Robby menilai bahwa komunikasi tanpa sekat sangat diperlukan untuk memastikan arahan pusat kebijakan mampu diterjemahkan hingga ke tingkat pelaksana.

Ia berharap tidak ada jarak struktural yang berlebihan antara pemimpin daerah dengan penyelenggara pemerintahan di wilayah, sehingga pembangunan berjalan selaras, cepat, dan terukur.

Dengan konsolidasi awal tahun ini, Pemkot menargetkan 2026 menjadi tahun percepatan pembangunan berbasis wilayah serta penguatan ekonomi lokal yang inklusif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!