Bukan Sekadar Tren, Generasi Muda Diminta Kelola Pariwisata Jatim Secara Berkelanjutan

Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM — Peran generasi muda dinilai sangat krusial dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata Jawa Timur di tengah tantangan persaingan global dan pesatnya perkembangan teknologi digital. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKS, Puguh Wiji Pamungkas, saat menerima audiensi Duta Pesona Indonesia di Gedung DPRD Jawa Timur, Senin (2/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Puguh menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki kekayaan potensi pariwisata yang sangat besar, mulai dari keindahan alam, warisan budaya, hingga kearifan lokal yang tersebar di berbagai daerah. Namun, potensi tersebut membutuhkan sentuhan kreativitas, inovasi, dan promosi yang adaptif agar mampu dikenal secara luas, khususnya di era digital saat ini.

“Pariwisata hari ini sangat ditentukan oleh kreativitas generasi muda. Destinasi wisata kini dikenal luas melalui media sosial dan konten digital. Karena itu, anak muda harus menjadi motor utama penggerak pariwisata Jawa Timur,” ujar Puguh.

Baca Juga:  Peran Perempuan Jadi Kunci, Gadis S.N. Umasugi Optimis Strategi Atasi Stunting di Pulau Buru Efektif

Ia menilai, generasi muda memiliki keunggulan dalam hal penguasaan teknologi, pemanfaatan platform digital, serta kemampuan menciptakan konten kreatif yang mampu menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Sementara itu, Duta Pesona Indonesia sebagai komunitas anak muda yang berperan sebagai duta promosi pariwisata nasional, menyampaikan berbagai gagasan dan masukan strategis terkait pengembangan dan promosi destinasi wisata di Jawa Timur. Beberapa di antaranya meliputi penguatan branding destinasi, optimalisasi media sosial, kolaborasi dengan kreator konten, hingga pelibatan aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan pariwisata.

Baca Juga:  Alumni MTs Nahdlatul Muslimin ’94 Galang Kepedulian, Bagi Sembako untuk Korban Banjir Undaan

Puguh juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi sektor pariwisata di Jawa Timur. Tantangan tersebut antara lain terkait konektivitas dan infrastruktur pendukung, kejelasan arah kebijakan, serta efektivitas pemanfaatan anggaran. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki daerah tidak akan berdampak optimal tanpa sinergi lintas sektor dan tata kelola yang baik.

“Pariwisata bukan hanya soal destinasi yang indah, tetapi juga soal pengelolaan, kebijakan yang tepat, dan SDM yang mumpuni,” jelasnya.

Lebih lanjut, Puguh mengingatkan agar pengembangan desa wisata tidak sekadar mengikuti tren atau fenomena fear of missing out (FOMO). Ia menekankan bahwa desa wisata harus dikelola secara profesional, terencana, dan berkelanjutan agar benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Baca Juga:  Menuju Puncak Haji: PPIH Arab Saudi Cek Kesiapan Tenda dan Fasilitas Armuzna

“Desa wisata jangan hanya ikut-ikutan tren. Harus dikelola dengan serius. Jika ditata dengan baik, sektor ini bisa menjadi penggerak ekonomi desa yang sangat kuat,” tegasnya.

Terkait masih ditemukannya sejumlah objek wisata yang mangkrak, Puguh menilai persoalan tersebut kerap disebabkan oleh lemahnya kualitas sumber daya manusia pengelola. Oleh karena itu, kebijakan dan anggaran yang tersedia perlu diiringi dengan peningkatan kapasitas manajerial dan kompetensi pelaku pariwisata.

Melalui audiensi tersebut, Puguh berharap dapat terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, komunitas pariwisata, media, serta generasi muda. Dengan kolaborasi yang solid, sektor pariwisata Jawa Timur diharapkan mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah maupun kesejahteraan masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!