Laporan: Noviyanto

KENDAL | SUARAGLOBAL.COM — Komandan Korem 073/Makutarama, Kolonel Arm Ezra Nathanael, S.Kom., M.M., M.Han., melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Industri Kendal (KIK). Kehadiran Danrem disambut hangat oleh jajaran manajemen KIK, termasuk Direktur Kawasan Industri Kendal, Juliani Kusumaningrum, serta President Director (CEO) Kendal Industrial Park asal Singapura, Vincent Lee, (02/09/25).

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban, Juliani Kusumaningrum menyampaikan gambaran menyeluruh mengenai posisi strategis KIK sebagai Zona Ekonomi Khusus (SEZ). Ia menekankan bahwa kawasan ini memiliki daya tarik investasi tinggi, tidak hanya bagi pelaku usaha domestik tetapi juga investor global.

Baca Juga:  Tragis! Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Cirendeu, Polisi Masih Dalami Penyebabnya

“KIK merupakan motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah, dengan dukungan fasilitas modern dan lokasi strategis. Kami berkomitmen menghadirkan kawasan industri berdaya saing internasional,” terang Juliani.

Apresiasi juga datang dari pihak investor. Vincent Lee menilai keberadaan TNI di KIK memberikan rasa aman yang sangat penting bagi dunia usaha.

Baca Juga:  Respons Cepat: Pemkot Salatiga Gelar Rakor Tindak Lanjut Aduan Warga Promasan

“Dengan adanya personel pengamanan dari TNI, Kawasan Industri Kendal menjadi lingkungan yang jauh lebih aman dan nyaman, baik bagi dunia usaha maupun para pekerja. Rasa aman yang kuat ini secara signifikan meningkatkan kepercayaan para investor,” ujar Vincent Lee.

Kunjungan Danrem 073/Makutarama ini sekaligus menegaskan komitmen TNI dalam mendukung iklim investasi di Jawa Tengah. Ezra Nathanael menyebut, keamanan adalah salah satu faktor utama yang menentukan minat investor untuk menanamkan modal.

Baca Juga:  Ulang Tahun Saloka ke-6 Tampilkan Tari Kolosal 300 Penari: Perayaan Penuh Kearifan Lokal yang Menyentuh Hati

“Keberadaan TNI bersama Polri dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat menghadirkan rasa aman yang nyata. Sinergi inilah yang akan menjaga stabilitas kawasan industri dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Danrem.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi penguatan kolaborasi antara aparat keamanan dan pengelola kawasan industri. Dengan dukungan keamanan yang kondusif, KIK diharapkan terus berkembang menjadi pusat investasi berkelas dunia yang memberi manfaat luas bagi masyarakat Jawa Tengah dan Indonesia. (*)