Dari Balik Jeruji, Asa Itu Masih Ada! Ramadan Hangatkan Hati Tahanan, Kapolrestabes Surabaya Turun Langsung Beri Motivasi

Laporan: Iswahyudi Artya

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Suasana berbeda terasa di Rumah Tahanan Polrestabes Surabaya, Sabtu (21/02/2026). Jika biasanya identik dengan tembok dingin dan jeruji besi, kali ini rutan dipenuhi nuansa hangat penuh makna. Bulan suci Ramadan benar-benar dimanfaatkan sebagai ruang refleksi dan pembinaan diri.

Kapolrestabes Surabaya, Luthfi Sulistiawan, hadir langsung di tengah para tahanan untuk menggelar buka puasa bersama sekaligus memberikan motivasi moral. Kehadirannya bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi simbol pendekatan humanis yang kini terus digaungkan jajaran kepolisian.

Dalam suasana sederhana namun sarat kehangatan, para tahanan duduk bersisian menikmati hidangan berbuka. Tidak ada sekat emosional. Momen kebersamaan itu menjadi bukti bahwa Ramadan mampu meluluhkan jarak, bahkan di balik jeruji besi.

Baca Juga:  Isdianto Ditunjuk Sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Kepri, Pasca OTT KPK Kepada Nurdin Basirun

Tak hanya berbagi makanan, Kombes Pol Luthfi juga berdialog langsung dengan para tahanan. Ia menyampaikan pesan-pesan pembinaan, menanamkan harapan serta membangkitkan semangat untuk memperbaiki diri.

“Ramadan adalah bulan introspeksi. Kami ingin kehadiran kepolisian di sini menjadi bentuk kepedulian, sekaligus pengingat bahwa setiap orang punya peluang untuk memperbaiki diri,” tegasnya.

Baca Juga:  Bersihkan Makam, Satukan Hati: Polri dan Bonek Bergotong Royong di Ampel Jelang Hari Bhayangkara

Menurutnya, proses penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan pendekatan yang humanis. Setiap individu, seberat apa pun kesalahannya, tetap memiliki hak untuk berubah dan menata masa depan yang lebih baik.

Kehadiran Kapolrestabes di tengah para tahanan pun membawa suasana batin yang berbeda. Sejumlah tahanan tampak terharu. Bagi mereka, perhatian tersebut menjadi suntikan semangat di tengah proses hukum yang sedang dijalani.

Luthfi menambahkan, kebersamaan di bulan suci diharapkan mampu memberikan ketenangan batin sekaligus membangun kesadaran hukum. Pendekatan persuasif dan penuh empati dinilai lebih efektif dalam menumbuhkan motivasi positif dibanding sekadar hukuman semata.

Baca Juga:  Wamenaker Apresiasi Aksi Cepat Surabaya: Penyegelan Gudang Penahan Ijazah Jadi Sinyal Negara Hadir untuk Pekerja

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program pembinaan rutin yang dilakukan jajaran Polrestabes Surabaya. Pembinaan moral dan spiritual dianggap sebagai bekal penting saat para tahanan nantinya kembali ke tengah masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus menegaskan komitmen Polrestabes Surabaya dalam membangun institusi yang profesional dan terpercaya, tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan.

Di balik jeruji, Ramadan kali ini menghadirkan secercah harapan. Sebab bagi mereka yang ingin berubah, selalu ada pintu kesempatan yang terbuka. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!