Dari Front One ke Azana: Hotel Gosyen Salatiga Resmi Naik Level
Laporan: Wahyu Widodo
SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Industri perhotelan Salatiga mendapat warna baru. Hotel yang sebelumnya dikenal sebagai Front One Gosyen Salatiga kini resmi bertransformasi menjadi Gosyen Azana Salatiga. Rebranding ini menjadi penanda babak baru, sekaligus strategi naik kelas untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin menuntut kualitas layanan dan pengalaman tamu.
“Ini bukan sekadar pergantian nama,” ujar Emelia Ayu C, Humas Gosyen Azana. “Ini komitmen baru.”
Masuk ke Jaringan Azana, Gosyen Naik Segmen
Dengan bergabung ke dalam brand Azana, jaringan hotel nasional pada segmen upscale, Gosyen kini mengadopsi standar layanan, fasilitas, dan operasional yang lebih tinggi. Transformasi tersebut dikemas dalam tema “Gosyen Metamorphosis – Elevating Experience”.
Fokus transformasi mencakup peningkatan kualitas pelayanan, sentuhan personal, serta positioning brand yang lebih modern dan elegan tanpa meninggalkan identitas lokal.
Menjawab Dinamika Kota Salatiga
Pertumbuhan pasar perhotelan Salatiga menjadi salah satu pendorong utama rebranding. Kota tersebut kini berkembang sebagai kota pendidikan, transit bisnis, destinasi keluarga, serta ruang bagi berkumpulnya komunitas dan penyelenggaraan event berskala regional.
“Menjadi hotel yang representatif,” tegas Emelia.
Transformasi Internal: Budaya Kerja Ikut Dirombak
Proses rebranding tidak hanya menyentuh sisi visual dan merk. Gosyen Azana turut membenahi sisi internal seperti standar operasional, ritme layanan, hingga budaya kerja.
“Dari sekadar melayani, menjadi memberi pengalaman,” kata Emelia.
Peningkatan service attitude, perhatian pada detail, kecepatan merespon tamu, hingga personalisasi layanan menjadi fokus utama. Seiring hotel naik kelas, tim dituntut turut mengalami peningkatan mentalitas dan profesionalisme.
Brand Membawa Efek Kepercayaan Pasar
Dari sisi pasar, kehadiran brand Azana menambah kredibilitas hotel di mata konsumen. Sebagai brand nasional yang dikenal konsisten, Azana diyakini membawa daya dorong segmen dan ekspektasi yang lebih stabil.
“Kepercayaan pasar meningkat,” tambah Emelia.
Kontribusi bagi SDM Lokal dan Ekosistem Kota
Dampak rebranding juga diharapkan terasa bagi SDM daerah. Program pengembangan skill, mindset kerja, hingga akses pelatihan berskala nasional kini menjadi bagian dari paket transformasi.
“SDM tidak boleh tertinggal,” ujar Emelia.
Hotel ini juga menegaskan dirinya sebagai bagian dari ekosistem Kota Salatiga melalui dukungan event kota, kolaborasi komunitas, hingga pemberdayaan UMKM setempat.
“Bukan datang lalu pergi,” lanjutnya.
Pemilik: Rebranding karena Tuntutan Market
Pemilik Gosyen Azana, Thomas Suyanto, menyebut bahwa langkah rebranding lahir dari kebutuhan pasar dan meningkatnya standar tamu dalam dua tahun terakhir.
“Tamu menuntut pelayanan maksimal,” ujarnya.
Ia menyebut perubahan ini sebagai masa persiapan menuju hotel berstandar bintang empat melalui peningkatan fasilitas dan kualitas layanan.
“Naik level,” singkatnya.
Rencana Ekspansi Masih Terbuka
Terkait ekspansi lanjutan, Thomas menyebut pihaknya masih melakukan kalkulasi seraya memantau stabilitas pasar.
“Kita lihat market,” ujarnya.
Jika kondisi kembali stabil, peluang pembangunan hotel baru di bawah bendera Azana dinilai tetap terbuka. (*)



Tinggalkan Balasan