Dari Secangkir Kopi ke Ruang Transparansi, Humas Polres Pasuruan Perkuat Sinergi Bersama Awak Media
Laporan: Ninis Indrawati
PASURUAN | SUARAGLOBAL.COM – Aroma kopi dan diskusi hangat menyelimuti Balai Wartawan Polres Pasuruan. Melalui kegiatan bertajuk “Ngopi Bareng Media Online”, Humas Polres Pasuruan membangun ruang dialog terbuka bersama insan pers dan narasumber dari Aliansi Media Online dan Siber.
Bukan sekadar ajang santai, kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat sinergi kelembagaan antara kepolisian dan media. Di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat dan kompetitif, forum ini hadir untuk membahas tantangan jurnalis agar tetap berdaya saing tanpa mengorbankan integritas.
Suasana akrab terasa kental, namun isi diskusi tetap berbobot. Sejumlah jurnalis media online dan siber aktif menyampaikan pandangan, pengalaman lapangan, hingga persoalan nyata yang dihadapi dalam proses peliputan dan pemberitaan.
Dialog Terbuka Humas dan Media
Humas Polres Pasuruan menginisiasi pertemuan ini sebagai ruang komunikasi dua arah. Dalam dialog terbuka tersebut, peserta membedah berbagai tantangan kerja jurnalistik, mulai dari tuntutan kecepatan verifikasi, tekanan klik dan trafik, hingga konsistensi menjaga kode etik jurnalistik.
Forum ini menempatkan transparansi dan kepercayaan publik sebagai tujuan bersama. Baik kepolisian maupun media sepakat bahwa informasi yang disampaikan ke masyarakat harus akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
Kasi Humas Polres Pasuruan, AKP Hartono, menegaskan komitmen institusinya untuk selalu terbuka terhadap kritik dan masukan dari media. Menurutnya, humas kepolisian membutuhkan kemitraan strategis dengan jurnalis agar informasi publik tersampaikan secara tepat dan tidak menimbulkan bias.
“Kami mendorong komunikasi yang sehat. Media berperan penting menjaga akurasi dan keseimbangan, sementara kami memastikan akses informasi berjalan proporsional,” ujar AKP Hartono.
Jurnalis Berdaya Saing di Era Digital
Pembahasan kemudian berlanjut pada isu krusial: daya saing jurnalis di era digital. Para peserta sepakat bahwa jurnalis dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas, memahami teknologi, serta mengedepankan verifikasi di tengah banjir informasi.
Kecepatan, ditegaskan bersama, tidak boleh mengalahkan akurasi. Popularitas dan viralitas juga tidak boleh menggeser nilai integritas jurnalistik.
Ketua Aliansi Wartawan Online dan Siber, Warsono, menekankan bahwa profesionalisme menjadi kunci utama. Menurutnya, daya saing jurnalis tidak hanya diukur dari seberapa cepat berita dipublikasikan, tetapi dari kualitas data, kedalaman analisis, serta kepatuhan terhadap etika.
“Jurnalis harus adaptif, namun tetap berpegang pada prinsip. Aliansi mendorong peningkatan kapasitas tanpa meninggalkan etika,” tegas Warsono.
Sinergi untuk Menjaga Kepercayaan Publik
Diskusi juga menyoroti peran humas kepolisian dalam menghadirkan narasi yang faktual, jernih, dan mudah dipahami publik. AKP Hartono menyampaikan bahwa Polres Pasuruan terus berupaya memperkuat layanan informasi, termasuk klarifikasi cepat dan rilis yang terukur.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah disinformasi serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Para jurnalis menyambut positif pendekatan ini. Mereka menilai forum informal seperti ngopi bareng mampu meruntuhkan sekat komunikasi, mempercepat koordinasi, dan memudahkan klarifikasi saat terjadi peristiwa yang membutuhkan penjelasan cepat.
Komitmen Bersama untuk Informasi Mencerahkan
Kegiatan ngopi bareng ini menghasilkan komitmen bersama antara Humas Polres Pasuruan dan insan media. Dampak sosial yang diharapkan adalah meningkatnya kualitas informasi publik, berkurangnya misinformasi, serta tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap media dan institusi.
“Kolaborasi yang sehat akan melahirkan pemberitaan yang mencerahkan,” pungkas AKP Hartono.
Ngopi bareng pun menjadi lebih dari sekadar temu santai. Ia menjelma sebagai piramida kepercayaan, fondasi kokoh antara humas dan media demi informasi publik yang kredibel di era digital. (*)



Tinggalkan Balasan