Dari Surabaya ke Dunia: Inovasi Belajar Digital SD Tembus Level Internasional
Laporan: Ninis Indrawati
JAKARTA | SUARAGLOBAL.COM — Upaya penguatan literasi digital di kalangan siswa sekolah dasar kembali menunjukkan hasil menggembirakan. Dua guru SD asal Surabaya berhasil membawa inovasi pembelajaran berbasis gim ke forum internasional dalam ajang M7 World Championship yang digelar di Jakarta. Keduanya adalah Riries Wahyu dari SDN Siwalankerto II dan Faisal Amin dari SDN Manyar Sabrangan II.
Melalui program pendidikan bertajuk MLBB Goes to School, kedua pendidik tersebut merancang pendekatan belajar yang memanfaatkan gim sebagai media edukatif yang kontekstual dengan kebutuhan generasi digital. Konsep ini menempatkan gim tidak hanya sebagai aktivitas rekreasi, tetapi juga sebagai sarana pendidikan yang memuat unsur sportivitas, kolaborasi, kedisiplinan, hingga penguatan literasi digital.
Program tersebut menghadirkan pengalaman nyata bagi siswa untuk berinteraksi dengan teknologi secara bermakna. Pembelajaran dirancang melalui skema praktik langsung dengan pendampingan guru, sehingga siswa dapat menginternalisasi nilai karakter sekaligus memahami struktur kompetitif yang berlaku dalam dunia esport internasional.
Apresiasi Pemerintah Daerah dan Relevansi Pembelajaran Global
Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan memberikan apresiasi atas kontribusi dua guru tersebut dalam membawa praktik pembelajaran inovatif ke kancah global. Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menilai pengalaman tersebut penting dalam membentuk pembelajaran yang bermakna dan relevan bagi peserta didik.
“Anak-anak tidak hanya bermain gim, tetapi juga belajar tentang disiplin, kerja tim, dan profesionalisme yang diterapkan di tingkat internasional,” ungkapnya, Minggu (25/1/2026).
Febrina menilai inovasi digital menjadi bagian dari kebutuhan pendidikan abad ke-21, terutama dalam menjawab tantangan dunia yang semakin terdigitalisasi. Menurutnya, teknologi yang dimanfaatkan secara kreatif dapat memperluas minat belajar, memperkaya metode pengajaran, dan memperkuat karakter positif peserta didik.
Penguatan Etika dan Tanggung Jawab dalam Ruang Digital
Dari sisi penyelenggara, Head of Ecosystem Development Moonton Games, Erina Tan, menjelaskan bahwa program MLBB Goes to School dirancang untuk membangun kesadaran sejak dini mengenai penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Pendekatan ini melibatkan pendampingan guru sehingga siswa tidak hanya terpapar pada aspek hiburan, tetapi juga memahami etika digital, konsep sportivitas, manajemen waktu, serta norma interaksi dalam ruang daring.
Melalui pendekatan yang sistematis, siswa diperkenalkan pada cara berpikir kritis dan struktur kompetisi yang aman dan terukur. Hal ini dinilai relevan dengan transformasi pendidikan yang menuntut integrasi teknologi tanpa mengabaikan prinsip pengasuhan dan pembentukan karakter.
Dampak dan Komitmen Keberlanjutan
Partisipasi guru SD Surabaya di ajang internasional ini menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan digital tidak hanya lahir dari pusat kota besar, tetapi juga dapat berkembang dari daerah dan berkontribusi pada diskursus global tentang pendidikan masa depan.
Dinas Pendidikan Kota Surabaya menegaskan komitmennya terhadap pengembangan pembelajaran kreatif, inovatif, dan berkelanjutan. Tujuannya adalah memfasilitasi lahirnya ekosistem pendidikan yang berkarakter, adaptif, dan mampu menyiapkan generasi yang kompetitif di tingkat nasional maupun global. (*)


Tinggalkan Balasan