Dekade Kemajuan Transportasi Laut: Inovasi, Efisiensi, dan Infrastruktur Maritim Indonesia di FGD ITS 2024

Laporan: Iswahyudi Artya

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjadi pusat perhatian dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Kaleidoskop Capaian Sektor Transportasi Laut 2015-2024 yang diselenggarakan oleh Badan Kebijakan Transportasi (BKT). Acara ini memberikan gambaran komprehensif atas pencapaian signifikan Indonesia di sektor transportasi laut selama satu dekade terakhir, dengan fokus pada peningkatan infrastruktur serta efisiensi layanan, (11/09/24).

Kepala Badan Sumber Daya Manusia Perhubungan, Ir Subagiyo MT, menjelaskan dalam FGD bahwa Kementerian Perhubungan RI telah mencapai kemajuan luar biasa dalam pengembangan infrastruktur laut. Sebanyak 193 infrastruktur baru telah dibangun untuk memperluas jaringan transportasi laut yang melayani berbagai kepentingan, mulai dari sektor pariwisata hingga perdagangan dan industri.

Baca Juga:  Pj. Gubernur Jawa Timur Serahkan SK PPPK Tahun 2023 di Gedung Graha UNESA

Beberapa pelabuhan utama seperti Pelabuhan Sanur, Wae Kelambu, dan Likupang mendapatkan rehabilitasi yang signifikan guna mendukung pariwisata, sementara pelabuhan Patimban dan Maloy diperuntukkan bagi pengembangan perdagangan dan industri.

Sejak diperkenalkan pada tahun 2015, Program Tol Laut mengalami peningkatan yang signifikan. Jumlah trayek yang awalnya hanya tiga, kini telah berkembang menjadi 37 trayek dengan 604 target perjalanan laut. Program ini memfasilitasi distribusi logistik secara lebih merata ke wilayah terpencil dan pulau-pulau kecil di Indonesia.

Selain itu, Subagiyo juga memaparkan bahwa Program Perintis Laut yang diarahkan untuk wilayah Indonesia Tengah dan Timur, telah dialokasikan sebesar 38 persen dan 50 persen dari total 107 trayek, menunjukkan capaian positif dalam mendorong konektivitas laut yang lebih luas.

Baca Juga:  Sebanyak 95 Atlet Semarakkan Kompetisi Ketapel Bupati Cup ke-2: Ajang Pembinaan dan Pengenalan Olahraga Tradisional di Kabupaten Semarang

Pada kesempatan tersebut, Rektor ITS, Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD, memaparkan berbagai inovasi yang telah dikembangkan oleh ITS untuk mendukung sektor maritim. Salah satu kontribusi signifikan adalah desain Kapal 3-in-1 yang memiliki kemampuan mengangkut penumpang, kontainer, dan kendaraan secara simultan. Selain itu, ITS juga memperkenalkan Automatic Identification System ITS (AISITS) dan Marine Drone, yang bertujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi di perairan Indonesia.

Baca Juga:  Kodam IV/Diponegoro Berikan Fasilitas Lahan untuk Meningkatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Semarang

Executive Director III PT Pelindo, Ali Sodikin MMar, menyampaikan bahwa efisiensi layanan pelabuhan berhasil dicapai melalui penggabungan empat regional PT Pelindo. Langkah ini menurunkan biaya logistik nasional menjadi 14,29 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2023. Pengintegrasian pelabuhan dengan kawasan industri dan tersedianya konektivitas multimoda turut memperkuat daya saing pelabuhan Indonesia di kancah internasional.

FGD ini menyoroti sinergi antara berbagai lembaga dan inovasi teknologi yang berhasil mendukung pertumbuhan sektor transportasi laut Indonesia. Kolaborasi yang kuat diharapkan dapat mendorong pemerataan layanan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat pengembangan ekonomi berbasis maritim di seluruh Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!