Dering Harapan di Ujung Telepon! Aksi Cepat Operator 110 Polres Salatiga Siaga 24 Jam Tanpa Mengenal Lelah

Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Di tengah padatnya arus mudik dan kesibukan aparat di jalan raya, ada peran penting yang sering luput dari sorotan. Mereka bukan berdiri di persimpangan jalan, bukan pula mengatur lalu lintas secara langsung. Namun, dari balik ruang operator, mereka menjadi “penyelamat senyap” bagi masyarakat.

Mereka adalah Operator Call Center 110 Polres Salatiga garda terdepan pelayanan kepolisian yang siaga 24 jam penuh, menunggu setiap dering telepon dari masyarakat.

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026, layanan 110 menjadi ujung tombak dalam menerima laporan gangguan kamtibmas, keluhan, hingga permintaan informasi arus lalu lintas. Layanan ini hadir sebagai solusi cepat, gratis, dan mudah diakses, sekaligus menjadi penghubung langsung antara masyarakat dengan petugas di lapangan.

Suasana ruang operator pada Rabu sore (18/03/2026) tampak tenang, namun penuh kesiapsiagaan. Di tengah padatnya aktivitas dan kondisi petugas yang tengah menjalankan ibadah puasa, sebuah dering telepon akhirnya memecah keheningan.

Baca Juga:  Tumbang Diterjang Angin, Pohon Trembesi Umur 70 Tahun di Ngawi Sebabkan Kemacetan Panjang, Relawan Sigap Bertindak 

Di seberang sana, suara seorang perempuan terdengar cemas. Ia menanyakan kondisi lalu lintas, khususnya terkait penerapan sistem one way dari arah Jakarta menuju Semarang.

Tanpa menunggu lama, Aiptu Eddie Herwanto, S.H., yang saat itu bertugas, langsung memberikan respons cepat dengan nada tenang dan penuh empati.

“Untuk one way dari arah Jakarta sudah diberlakukan sejak pukul 13.00 WIB. Jalur tol menuju Semarang dari Salatiga tidak dapat dilalui. Kami sarankan menggunakan jalur alternatif. Berdasarkan pantauan CCTV TMC, arus lalu lintas terpantau ramai lancar,” jelasnya.

Penjelasan tersebut sontak menenangkan penelepon yang diketahui bernama Ibu Jatmi. Di akhir percakapan, ia pun mengucapkan terima kasih sebelum menutup sambungan.

Ditemui usai bertugas, Aiptu Eddie menegaskan bahwa menjadi operator bukan sekadar menjawab telepon. Lebih dari itu, dibutuhkan kecepatan, ketepatan, serta sikap humanis dalam setiap respons.

Baca Juga:  Mayat Pria Tergeletak di Tepi Jalan Desa Bapelle, Kapolres Sampang: \"Kami Sedang Dalami Penyebabnya\"

“Setiap laporan harus kami tangani dengan cepat dan tepat. Baik itu gangguan kamtibmas maupun permintaan informasi, semuanya penting,” ungkapnya.

Ia juga mengakui bahwa tugas ini memiliki tantangan besar. Jam kerja yang tidak mengenal waktu membuat operator harus selalu siaga, bahkan sering kali mengorbankan kepentingan pribadi.

“Kami harus siap 24 jam. Kadang harus menunda aktivitas pribadi. Tapi ucapan terima kasih dari masyarakat itu menjadi energi bagi kami,” tuturnya.

Selama berlangsungnya Operasi Ketupat Candi 2026, Call Center 110 Polres Salatiga telah menerima berbagai laporan dari masyarakat. Mulai dari gangguan keamanan hingga permintaan informasi lalu lintas semuanya langsung diteruskan ke unit terkait untuk ditindaklanjuti secara cepat.

Plh Kasi Humas Polres Salatiga, IPDA Sutopo, menegaskan bahwa peran operator sangat strategis dalam mendukung pelayanan kepolisian yang responsif.

“Call Center 110 ini menjadi sarana penting bagi masyarakat. Operator harus mampu memberikan respons cepat dan humanis agar terjalin sinergi yang baik antara Polri dan masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga:  Muslimat NU Mantapkan Langkah: Kongres XVIII Resmi Ditutup, Khofifah Pimpin Hingga 2030

Komitmen pelayanan terbaik juga ditegaskan oleh Kapolres Salatiga, AKBP Ade Papa Rihi, S.H., S.I.K., M.H. Ia menekankan bahwa seluruh jajaran harus responsif terhadap setiap laporan masyarakat.

“Sekecil apapun informasi, kritik, maupun keluhan dari masyarakat harus ditanggapi dengan cepat dan humanis,” tegasnya.

Keberadaan Call Center 110 menjadi bukti nyata transformasi Polri dalam menghadirkan pelayanan yang modern, responsif, dan semakin dekat dengan masyarakat.

Di tengah arus mudik hingga perayaan Idul Fitri, para operator ini menjadi penghubung vital memberikan rasa aman, kepastian, dan kenyamanan bagi masyarakat.

Mereka mungkin tak terlihat di jalan raya. Namun dari balik telepon, dedikasi mereka nyata setia menunggu setiap dering, demi menjaga keselamatan dan ketenangan masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!