Diduga Korsleting Listrik, Kandang Ayam di Sine Ludes Dilalap Si Jago Merah, Ini Jelasnya
Laporan: Budi Santoso
NGAWI | SUARAGLOBAL.COM – Musibah kebakaran melanda kandang ternak ayam potong milik warga di Dusun Wonosari, RT 02 RW 02, Desa Wonosari, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Rabu (4/3/2026) malam. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB itu menyebabkan belasan ribu ayam mati dan menimbulkan kerugian besar bagi pemiliknya.
Kandang ayam milik Supriyanto (dalam beberapa keterangan disebut Suoriyanto) tersebut dilalap api hingga sebagian besar bangunan dan instalasi listrik hangus terbakar. Akibat kejadian itu, sebanyak 11.900 ekor ayam potong usia dua hari mati, sementara kerugian material ditaksir mencapai Rp90 juta.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kapolsek Sine, AKP Heri Riyanto, mewakili Kapolres Ngawi, membenarkan adanya kejadian kebakaran tersebut. Pihak kepolisian telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta penyelidikan lebih lanjut.
Menurut keterangan dua saksi yang juga pekerja kandang, yakni Zuhri (27) dan Wahyu (31), kejadian bermula saat listrik di area kandang tiba-tiba padam.
Saat itu saklar meteran listrik mengalami gangguan hingga menyebabkan listrik “jeglek”. Ketika mereka mencoba menyalakan kembali, listrik kembali mati.
“Tidak lama setelah itu, saksi melihat kobaran api muncul dari kandang bagian tengah atau kandang kedua. Api kemudian cepat merambat ke kandang ketiga,” ungkap AKP Heri Riyanto.
Melihat api semakin membesar, kedua pekerja langsung menghubungi pemilik kandang dan meminta bantuan warga sekitar.
Warga setempat berbondong-bondong membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun karena bangunan kandang sebagian besar berbahan mudah terbakar, api dengan cepat meluas.
Beberapa saat kemudian, petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Ngawi tiba di lokasi dan segera melakukan upaya pemadaman.
Setelah berjibaku cukup lama, api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga tidak merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Akibat kebakaran tersebut, ribuan ayam yang berada di dalam kandang tidak dapat diselamatkan.
Rinciannya:
Kandang pertama (bagian atas) berisi sekitar 4.600 ekor ayam usia dua hari, seluruhnya mati.
Kandang kedua (bagian tengah) berisi sekitar 7.300 ekor ayam usia dua hari, juga mati seluruhnya.
Total ayam yang mati mencapai 11.900 ekor. Selain itu, bangunan kandang serta instalasi listrik ikut hangus terbakar.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya potongan kabel bekas terbakar dan sisa kayu bangunan kandang.
Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting arus listrik yang terjadi di area kandang kedua.
Petugas yang mendatangi lokasi antara lain Kapolsek Sine bersama anggota, KASPK, piket Reskrim Polsek Sine, serta petugas pemadam kebakaran dari Kabupaten Ngawi.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran,” jelas AKP Heri Riyanto.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Desa Wonosari Suyanti mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap instalasi listrik, khususnya pada bangunan usaha seperti kandang ternak.
Ia meminta warga memastikan pemasangan listrik dilakukan sesuai standar keamanan.
“Pastikan instalasi listrik sesuai standar, gunakan kabel yang berkualitas, serta lakukan pengecekan rutin untuk mencegah korsleting yang dapat memicu kebakaran,” tegasnya.
Selain itu, warga juga diminta segera melapor kepada pihak kepolisian maupun petugas pemadam kebakaran jika menemukan potensi bahaya kebakaran di lingkungan sekitar.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan pentingnya pengawasan serta perawatan instalasi listrik demi menjaga keselamatan dan mencegah kerugian material yang lebih besar. (*)


Tinggalkan Balasan